Ketua Dekranasda Sijunjung; Ketrampilan Menjahit Sulaman Timbul Bisa Jadi Lapangan Kerja

215

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Keterampilan menjahit sulaman timbul yang telah diberikan supaya tidak dilakukan waktu tertentu saja. Tapi ada kesinambungan ke depannya, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan dan bisa mengangkat ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Kabupaten Sijunjung, Ny. Riri Benny Dwifa saat menutup Diklat 3 in 1 Pembangunan Hiasan Busana dengan Alat Jahit Tangan Angkatan XII (Sulaman Timbul) se-Kecamatan Tanjung Gadang yang diselenggarakan di Gedung UDKP Kecamatan Tanjung Gadang, Rabu (12/10/2022).

Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten II Sekdakab Sijunjung Muhadiris, Kadis Dakperinkop yang diwakili Kabid Perindustrian Feri Ferdian, Ketua TP PKK Kecamatan Tanjung Gadang Ny Zolla Emil Evan, Widyaiswara Balai Pendidikan dan Pelatihan Industri Padang dan undangan lainnya.

Dalam sambutan dan arahan Ny. Riri Benny Dwifa berharap, dengan selesai pelatihan ini, para peserta dapat meningkatkan keterampilan sehingga sulaman timbul ini akan berkembang di Kabupaten Sijunjung yang dijuluki Ranah Lansek Manih.

“UMKM Kabupaten Sijunjung harus berjaya. Maka akan kita tingkatkan di setiap Nagari, memberikan keterampilan berbagai motif dengan kebutuhan yang yang banyak diminati masyarakat,” pungkas Ny. Riri Benny Dwifa.

Sementara Camat Tanjung Gadang, Emil Evan mengucapkan terimaksih kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Sijunjung, Ny. Riri Benny Dwifa yang secara langsung menutup kegiatan Diklat 3 in 1 Pembangunan Hiasan Busana dengan Alat Jahit Tangan Angkatan XII (Sulaman Timbul) se-Kecamatan Tanjung gadang.

Dengan selesainya pelatihan menjahit sulaman timbul ini, sehingga sudah ada hasil yang bisa dilihat oleh Ketua Dekranasda Ny. Riri Benny Dwifa, dengan berbagai motif kreasi sulaman timbul yang bisa dipromosikan ke Prov. Sumbar bahkan Nasional.

Lebih lanjut Camat Tanjung Gadang, Emil mengatakan kegiatan ini dilaksanakan secara rutin di Kecamatan Tanjung Gadang. Makanya di setiap Nagari yang ada bisa kita temukan kerajinan sulaman timbul.

“Kepada para peserta yang telah mengikuti pelatihan terus ditingkatkan keterempilan ini. Karena bisa menjadi usaha sampingan bahkan bisa menjadi usaha pokok,” harap Emil.

Sedang Ketua Panitia Penyelenggara Tiara Nabila Putri menyampaikan pelaksanaan diklat ini dilaksanakan 15 hari kerja mulai tanggal 26 september s.d 12 Oktober 2022 dengan jumlah peserta 40 orang.

Kegiatan yang dilaksanakan juga dievaluasi dengan cara memberikan penilaian terhadap hasil yang dilakukan. Tujuannya agar para peserta mendapatkan hasil yang maksimal.

“Alhamdulilah hasil akhir dari seluruh peserta rata-rata 77,76 dengan predikat cukup memuaskan. Sedang peserta terbaik yakni Try Wisma dengan nilai 80,83, Tiara Febmi dengan nilai 79,83, dan Sunifa Saputi dengan nilai 79,83,” jelas Tiara.wen