Lestarikan Adat dan Budaya, Group Sarangkuah Dayuang Tampil di Sawah Sirah

193

Tampilan Sarangkuah Dayuang dirumah Linda, Sawah Sirah

JURNAL SUMBAR | Solok – Pada hari Sabtu (5/11/2022) kemarin, Group Pidato Adat Sarangkuah Dayuang yang telah terbentuk sejak 08 Oktober 2022 lalu dan menerima undangan dari Linda di Sawah Sirah Jorong Koto Kaciek, Nagari Muaro Paneh,Solok menggelar latihan dikediamannya. Disana, mereka dijamu tuan rumah dengan berbagai sajian.

Hadir pada kegiatan itu antara lain Zufri Rajo Indo, Agusman Rajo Kaciek, Edwin Sutan Pamenan, Hasanul Ridwan Bagindo Bumi, Damri Sutan Batuah, M. Nasir Malin Parmato, Eriyanto Ancak Sutan, M. Yunus Rajo Medan, Baruni Rajo Johan, dan tuan rumah.

Pada malam itu, dengan wajah sumringah dan tersenyum lepas Edwin Sutan Pamenan yang hadir dilokasi menyebutkan kalau tuan rumah sangat ramah dalam melayani Sarangkuah Dayuang. Mereka, ujar Sutan Pamenan, sangat antusias mendengarkan berbagai pepatah dan petitih yang disampaikan dalam panitahan atau pidato adat dari mereka yang menghimpunkan diri didalam group Sarangkuah Dayuang.

“Kami mendapat kehormatan karena diundang oleh uni Linda. Ini sangat menggembirakan karena kami yang baru berdiri sejak 08 Oktober 2022 lalu sudah langsung mendapat undangan. Tentu, hal itu memicu semangat kami untuk terus menggelar latihan rutin setiap minggunya,”ungkap Edwin Sutan Pamenan didampingi Agusman Rajo Kaciek pada Jurnalsumbar.Com, Ahad (6/11/2022).

Edwin menyebutkan kalau pada malam mereka latihan disana, Risko Mardianto Bagindo Sutan yang merupakan seorang anggota Sarangkuah Dayuang tidak sempat hadir karena berhalangan akibat sakit. Tetapi, dia mengaku kalau pihaknya memiliki group WhatsApp untuk saling berbagi informasi.

Sementara itu, Zufri Rajo Indo selaku pembimbing anak nagari di Sarangkuah Dayuang mengatakan kalau pasambahan adat tidak akan hilang tergerus zaman. Sebab, kata dia, pasambahan adat selalu digunakan pada setiap acara-acara adat di nagari. Dia meyakini upaya pelestarian adat perlu terus dilakukan dan generasi muda harus diberikan motivasi untuk terlibat dalam upaya itu.

“Kami di Sarangkuah Dayuang saat ini sangat antusias dalam latihan, apalagi sambutan anak nagari juga cukup bagus. Respon yang diberikan generasi muda kita sangat baik, sudah banyak yang bergabung atas keinginan mereka sendiri dan hasilnya sudah kita dengar malam ini. Mungkin tampilan malam ini belum sempurna karena kita baru belajar, ini angkatan pertama dari Sarangkuah Dayuang dan masih dalam tahap proses belajar,”ungkap Zufri Rajo Indo sambil tersenyum khas.

Selain mengaji tentang adat, group Sarangkuah Dayuang juga mengadakan praktek membuat Deta kebesaran seorang Datuak. Kemudian, disana juga ada pelajaran mancabiak kafan untuk orang yang sudah meninggal dunia dan dilengkapi dengan praktek memberikan kata sepatah dari ahlil bait ketika takziah selama tiga malam berturut-turut usai seseorang yang telah meninggal dunia dimakamkan.

Zufri Rajo Indo mewakili Group Pidato Adat Sarangkuah Dayuang berharap dukungan dari seluruh Niniak Mamak suku yang ada di Muaro Paneh untuk mendorong anak kemenakan mereka agar mau belajar bersama-sama. Terakhir, dia mengharapkan ada pihak-pihak yang bersedia membantu berbagai peralatan untuk latihan seperti pakaian, wirelles, microfon, spanduk berlogo Sarangkuah Dayuang, Papan Nama Surau dan lain sebagainya.

“Kami di Sarangkuah Dayuang sudah mulai menata group agar tertib adiminsitrasi dan dokumentasi. Kini, kami sudah ada logo group dan kop surat, yang belum itu papan nama surau dan peralatan latihan,”terangnya.rilis/Risko