Sumbar Berduka, Walikota Padang 1993 – 2003, Zuiyen Rais Tutup Usia

632

JURNAL SUMBAR | Padang –  Inna Illahiwaainna illahirojiun. Mantan Wali Kota Padang periode 1993 – 2003, Zuiyen Rais, meninggal dunia pada Kamis malam (11/10/2022).

Kabar duka itu, dari pihak keluarga, Zuiyen menghembuskan napas terakhir di RSUP M Djamil Padang, sekitar pukul 21.15 WIB.

Berita duka ini pun menyebar di berbagai media sosial dan grup WhatsApp.

“Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah orang tua kita/pendiri YPBH/mantan wali kota Padang Bpk Drs H. Zuyen Rais MS malam ini,” demikian pesan duka yang dikirim ke sejumlah grup WhatsApp.

“Rumah duka di Jl. Jakarta Asratek Ulak Karang, Kota Padang,” demkian sambungan informasi.

Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang, Arfian menyebutkan, sesuai kesepakatan keluarga, almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya di Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Zuiyen Rais yang bergelar Sutan Ibrahim lahir di Kapau, pada 13 Desember 1940. Ia adalah Lulusan Jurusan Sejarah IKIP Padang (sekarang Universitas Negeri Padang/UNP).

Sebelum jadi wali kota Padang, Zuiyen adalah wartawan surat kabar Aman Makmur.

Di mata sahabatnya Basril Djabar, Zuiyen Rais adalah pemimpin yang memiliki talenta. Sebagai birokrat, Zuiyen adalah seorang konseptor ulung.

Pemred Jurnalsumbar.Com, Saptarius juga mengaku merasa kehilangan sosok walikota Padang yang baik hati itu. “Dulu saya pernah ke rumah dinas beliau ketika beliau jadi walikota. Saat itu saya masih di Harian Singgalang dan ditugaskan oleh Pemred (alm) H. Darlis Syofyan untuk sebuah wawancara. Dengan penuh keakraban kami pun berbincang, pokoknya orangnya baik,”kisah wartawan utama itu.

Terakhir, Zuiyen menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta (YPBH) yang menaungi Universitas Bung Hatta (UBH). Selamat Jalan pak Zuiyen, semoga tenang di alamsana.