Dilantik Wako Deri Asta, Sembilan Kades Diminta Bangun Sinergi dan Koordinasi

HLP

JURNAL SUMBAR | Sawahlunto – Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta melantik Sembilan Kepala Desa (Kades) terpilih pada Pilkades serentak 17 Mei 2023 lalu. Pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung di Aula sentra IKM Sawahlunto, Jumat (4/8/2023).

Sembilan Kades terlantik itu, yakni Desa Tumpuak Tangah Kades terpilih Rudi Guslianto, Desa Talawi Hilie Fauzil Misbah Tompua Sakti. Desa Salak Jeri Rizal Desa Sikalang Lambang Wicaksono. Desa Pasa Kubang Mukhlis, Desa Kubang Utara Sikabu Yulhendri Efendi, Desa Taratak Bancah Arben, Desa Silungkang Oso Ferdinal dan Desa Silungkang Tigo Nelly Evita.

Wako Deri Asta meminta, Kades terpilih bisa menjalankan tugas dengan amanah. Sesuai dengan sumpah yang diikrarkan harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab. Juga disampaikan Walikota, kepala desa yang baru dilantik agar dapat memanfaatkan anggaran desa seefisien mungkin.

idul adha

“Jika mampu mengelola anggaran dengan baik, meski anggaran terbatas akan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” harapnya.

Epi

Wako Deri Asta juga berharap, kepada Kades untuk senantiasa meningkatkan sinergitas dalam menjalankan roda pemerintahan. Dengan sinergi dan koordinasi lanjutnya, bisa menjadi kekuatan bersama dalam membangun desa dan masyarakat.
“Kades harus bergerak aktif, segera buat program kerja yang tertuang dalam program RPJMDes, jangan lupa untuk tetap bersandar pada Undang – undang dan regulasi lainnya yang berlaku,” ingatnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan perlindungan Anak Provinsi Sumatra Barat Amasrul yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan, Kades yang dilantik ini merupakan orang – orang terpilih dan terbaik yang akan memimpin Desanya selama enam tahun kedepan.

“Tertompang dipundak bapak dan ibu Kades semua keberhasilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Desa. Tugas bapak dan ibu sangatlah berat sebagai penyelenggara pemerintahan Desa untuk mewujudkan pemerataan pembangunan antar daerah, sementara pemerintah lebih memfokuskan pembangunan ke daerah pinggiran,” jelasnya.

Terkait dengan dana Desa yang diberikan APBN untuk desa yang besarannya mencapai Rp 1 Milyar Amasrul meminta, Kades untuk tetap memperhatikan regulasi regulasi yang ada dan jangan mengambil kebijakan sendiri.Kiy

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.