Jelang Akhir Tahun, Bupati Sijunjung Raih Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara 2023

703

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Bupati Sijunjung, Sumatera Barat, Benny Dwifa Yuswir, S.STP,M.Si, kembali berhasil mengukir prestasi gemilang.

Terbukti, jelang akhir tahun, Ketua DPD Partai Golkar Sijunjung itu berhasil menorehkan prestasi yang luar biasa. Mantan alumni IPDN tersebut berhasil menerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) Tahun 2023 tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM, ASEAN.Eng. Datuak Rajo Pasisia Alam, didampingi Direktur Kerawanan Pangan Badan Pangan Nasional RI, Rachmad Firdaus di The ZHM Premiere Kota Padang, pada Jumat (24/11/2023) malam.

Pada kesempatan itu, Bupati Sijunjung didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Riri Benny Dwifa, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan, Adri, Kepala Dinas Kominfo, David Rinaldo dan Kabid Keamanan Pangan Dispaperi, Ning Wisma Utami.

Diketahui, dari 19 Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Barat, hanya tiga Kepala Daerah yang menerima penghargaan kategori pembina ketahanan pangan terbaik tingkat Provinsi Sumatera Barat yakni, Bupati Sijunjung, Bupati Pasaman dan Walikata Solok.

“Nah, ini patut diapresiasi, dibawah kepemimpinan Bupati Benny Dwifa dan Wabup Iraddatillah, Kabupaten Sijunjung dapat meraih tiga penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara pada Tahun 2023,”kata Ketua Forum Yanlik Kabupaten Sijunjung, Saptarius.

Terbukti, penghargaan pertama, kategori pembina ketahanan pangan terbaik kepala daerah/bupati/walikota. Kedua, kategori pembina ketahanan pangan tingkat desa (Afrizaldi, Walinagari Padangsibusuk-red). Kemudian, kategori pendamping ketahanan pangan (Naima’tun, Penyuluh Pertanian wilayah Binaan Nagari Lalan).

Bupati Benny Dwifa mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumbar dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.

“Alhamdulillah, kita patut bangga dengan meraih penghargaan ini, dari belasan Kepala Daerah di Sumbar hanya tiga yang dapat meraih penghargaan APN, termasuk kita di Kabupaten Sijunjung,” ucap Bupati Sijunjung.

Dikatakan Benny, penghargaan itu tidak mudah didapatkan, namun sudah melalui seleksi yang dilakukan pemerintah Provinsi Sumatera Barat baik secara administrasi maupun peninjauan lapangan.

“Dari hasil penilaian tim, kita dinilai memiliki komitmen yang tinggi terhadap ketahanan pangan,” ungkap Bupati Sijunjung.

Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Sijunjung, Adri

Ia berharap kepada seluruh pelaku pertanian agar tetap menjaga ketahanan pangan. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi pemacu semangat para petani dan pelaku pertanian kita untuk terus menjaga ketahanan pangan di Ranah Lansek Manih,” harapnya.

Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Sijunjung, Adri menyebut penghargaan itu merupakan apresiasi bagi upaya dan prestasi luar biasa yang dicapai perseorangan atau kelompok dalam rangka perwujudan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan pada berbagai tingkatan dan jenis usaha. 

“Tujuan pemberian penghargaan untuk menumbuhkan dan mendorong semangat kreatifitas serta partisipasi masyarakat untuk mengambil peran lebih besar dan memotivasi dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan di daerah,” jelasnya.

Selain itu, kata Adri, ada empat pilar penilaian kinerja pemda dalam pembangunan ketahanan pangan.

“Empat pilar itu, yaitu pilar konsumsi pangan, keamanan pangan, ketersediaan dan kerawanan pangan, serta distribusi pangan,” terangnya.

Dikatakannya, Dinas Pangan dan Perikanan Sijunjung mempunyai program unggulan yaitu program pengawasan keamanan pangan.

“Untuk saat ini kita hanya bisa melakukan pengawasan di pasar, seperti pengambilan sampel pangan untuk pengujian kandungan residu pestisida, uji kandungan benzoat, rodhamin B, borax, serta logam berat khususnya pada beras,” tambahnya.

Pihaknya sudah melakukan pengambilan sampel pada pasar besar seperti pasar Sijunjung, Tanjungampalu, Padangsibusuk, Sungailansek, Sungaitambang dan Lubuktarok.

“Selain itu, sampel beras juga sudah diambil dari sentra padi dan pasar tradisional serta dari sawah lokasi bekas tambang,” imbuhya.dicko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here