Banjir Bandang Terjang Pesisir Selatan, 14 Rumah Tertimbun Longsor, 10 Orang Hilang

Jurnal Sumbar

JURNAL SUMBAR|  Pesisir Selatan – Banjir bandang menerjang daerah Langgai, tepatnya Nagari Gantiang Mudiak Utara, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. 10 orang warga setempat dilaporkan hilang tersapu banjir bandang. Dua di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi tewas.

Kepala Badan Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Doni Gusrizal mengatakan, pencarian warga yang hilang akibat bencana banjir bandang tersebut masih terus diupayakan.

“Banjir bandang menyebabkan 14 rumah tertimbun longsor. Ada 10 orang yang hilang. Saat ini, sudah ada dua yang ditemukan. Satu di dekat lokasi, satu lagi agak jauh dan terseret aliran sungai. Dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Doni kepada detikSumut, Jumat (8/3/2024) dikutif Jurnalsumbar.Com.

Menurut Doni, ke-10 warga itu dinyatakan hilang sesaat setelah terjadinya longsor yang melanda daerah tersebut pada Kamis (7/3/2024) sore. Ia mengatakan, pencarian korban terkendala akses jalan yang tertimbun longsor.

“Kami bersama Basarnas dan PU tidak bisa menuju lokasi karena cukup banyak titik longsor yang menghambat badan jalan di lokasi tersebut,” katanya.

Selain jalan yang terputus, jaringan telekomunikasi juga tidak tersedia di lokasi, sehingga semakin menyulitkan memantau perkembangan.

Dari data sementara yang diterima BPBD, musibah banjir bandang di Langgai menyebabkan 14 rumah dan juga sebuah rumah ibadah rusak.

Bencana banjir dan longsor menghantam wilayah Langgai, Nagari Gantiang Mudiak Utara Surantiah, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

 

Musibah yang melanda Kamis (7/3/2024) malam itu menyebabkan 9 orang hilang. Peristiwa itu juga membuat 14 rumah dan 10 warga di lokasi tertimbun longsor. Satu di antara korban, ditemukan meninggal dunia.

”Awalnya banjir kemudian disusul tanah longsor, menimbut 14 rumah di lokasi itu,” kata Doni Gusrizal, Kepala BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, seperti dikutip dari Liputan6.com, Jumat (8/3/2024).

PERANTAU SIJUNJUNG

Doni mengatakan, proses evakuasi dan penanganan bencana mengalami kendala. Pasalnya, jalan menujut lokasi terdapat banyak titik longsor.

Pihaknya menyebut telah menerjunkan tim untuk menuju ke lokasi. Namun, mereka harus membuka jalan lebih dulu agar dapat dilalui kendaraan.

Tak hanya banyaknya titik longsor yang menjadi kendala. Tim juga terkendala dengan kondisi sinyal telekomunikasi yang tak baik. Kondisi itu membuat informasi dari lokasi kejadian tak bisa cepat disampaikan.

Kabid Kedaruratan Logistik BPBD Provinsi Sumbar Fajar Sukma mengatakan, ada sembilan daerah di Sumatera Barat yang tertimpa bencana banjir, sejak Kamis (7/3/2024) sore. Bahkan, beberapa wilayah masih terendam banjir hingga Jumat (8/3/2024) pagi.

Selain Pesisir Selatan, daerah yang dilanda banjir yakni, Kota Padang, Kabupaten Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Agam, Kota solok dan Kota Pariaman.

Artikel ini telah tayang di Murianews.com dengan judul “Banjir dan Longsor Hantam Pesisir Selatan, 9 Orang Hilang”, Klik untuk baca: http://berita.murianews.com/zulkifli-fahmi/410470/banjir-dan-longsor-hantam-pesisir-selatan-9-orang-hilang .

Fajar merinci, di Kabupaten Pesisir Selatan, banjir merendam ratusan rumah warga di empat kecamatan.

Kemudian, di Kota Padang terdapat enam kecamatan terdampak banjir. Salah satunya, di Kecamatan Padang Timur yang kedalaman banjir sempat mencapai kurang lebih 1 meter.

”Selain banjir juga terdapat pohon tumbang dan longsor di beberapa titik,” katanya.

Selanjutnya, di Padang Pariaman terdapat 15 kecamatan yang terdampak banjir dan juga beberapa terjadi lonsor dan tumbang pohon. Di Kabupaten Pasaman Barat, banjir membuat satu rumah warga terseret arus.

”Akses jalan Padang-Painan tidak bisa dilewati karena tinggnya banjir,” jelas Fajar.

Lalu, di Kabupaten Lima Puluh Kota juga terjadi banjir bandang. Di lokasi itu, terdapat rumah warga yang rusak berat, dan lahan pertanian warga rusak.

Ia mengatakan, bencana banjir dan longsor terjadi akibat tingginya intensitas hujan. Fajar menjelaskan, saat ini BPBD bersama sejumlah pihak tengah mengupayakan evakuasi.

Pihaknya masih melakukan pendataan jumlah korban terdampak, namun saat ini tim gabungan masih mengutamakan evakuasi warga yang butuh pertolongan.sumber;detik.com/berbagai sumber.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.