Joget, Pemimpin Rakyat dan Tobat

Oleh : Ki Jal Atri Tanjung
BARU saja kita menyaksikan, tepatnya 15 Agustus 2025 perangai wakil rakyat pada acara resmi dan penuh marwah di sidang paripurna berubah menjadi suasana meriah, joget dan kegembiraan yang berlebihan sehingga cenderung kehilangan moralitas dan etika di persidangan lembaga negara yang seharusnya menjaga kehormatan dan marwah kelembagaan.

Apakah sidang seperti ini tidak melanggar kehormatan DPR RI? Jawabannya kita tunggu reaksi dari Dewan Kehormatan DPR RI.

Seharusnya selaku Pemimpin Rakyat, Anggota DPR RI benar-benar hidup dan berjuang bersama rakyat untuk kepentingan rakyat. Bersikap, berbicara dan bekerja membela rakyat. Hidupnya mengabdi kepada rakyat, taat setia membela kepentingan rakyat, tabiatnya elok, janji di pegang, sumpah di ingat, menjalankan tugas hatinya bulat dan memikul beban bahunya kuat. Janji diisi, amanah dijalankan, terhadap rakyat belas kasihan dan terhadap negeri penuh perhatian.

Pemimpin Insaf dan Tobat

Pemimpin insaf ialah pemimpin yang tahu diri, sadar diri, bertanggungjawab dan berhati mulia. Pemimpin insaf, tahu memperbaiki kesalahan dan kekhilafan. Tahu bertaubat kepada Tuhan dan meminta maaf kepada rakyat. Insaf kepada kesalahannya, insaf kepada tugas-tugasnya, insaf pada beban dibahunya, insaf terhadap janji diikatnya, insaf pada janji yang diikrarkannya dan insaf terhadap nasib rakyatnya.

Semoga wakil rakyat kita sebagai pemimpin rakyat, berfaedah bagi rakyat, memperjuangkan kesejahteraan rakyat, memiliki tuah dan marwah di depan rakyat.penulis adalah; Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.