Walikota menyampaikan Refleksi 1 Tahun kinerja Riyanda-Jeffry dihadapan masyarakat
JURNAL SUMBAR | Sawahlunto — Pada Jumat (20/2/2026), di rumah dinas, ada momen penting yang bersejarah bagi pasangan Walikota Riyanda Putra dan Jeffry.
“Hari ini, 20 Februari 2026, kita bertemu dan bertepatan pada pelantikan kami oleh Presiden Prabowo sebagai Walikota dan Wakil Walikota setahun lalu,”ucap Riyanda Putra saat menyampaikan kata sambutan pada acara Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Riyanda Putra dan Jeffry dan Pelepasan Tim Safari Ramadhan (TSR) 2026.
Pada Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Riyanda Putra dan Jeffry itu menjadi momentum evaluasi kinerja Pemerintah Kota Sawahlunto sekaligus wujud transparansi kepada publik.
Ia memaparkan sejumlah prestasi yang telah dicapainya. Hebatnya, dalam pengabdiannya, angka kemiskinan terendah di Sumbar. Begitu juga penurunan pengangguran terbuka cukup bagus.
Wali Kota Sawahlunto memaparkan capaian, arah pembangunan, serta prioritas strategis selama satu tahun terakhir, termasuk koperasi merah putih juga disampaikannya yang sudah diajukan ke notaris. “Masalah lahan jadi PR bagi kita bersama,”ucapnya.
Proses renovasi kawasan Silo juga disampaikan walikota termasuk program yang akan dilaksanakan di kawasan kuliner itu.
“Untuk menunjang pelayanan publik, Sawahlunto sudah melaunching Hallo Sawahlunto. Cukup banyak pengaduan dari masyarakat dan kita proses, dan sangat bermanfaat pengaduan itu dan bisa kita akses,”ucapnya.
Ia juga menyebutkan, Pemkot Sawahlunto sudah memasang 83 jaringan internet. Termasuk pelayanan di MPP yang ada di Muaro Kalaban. “Hari ini ada enam BTS di Kota Sawahluto. Hanya saja, di Desa Talago Gunung terkendala soal lahan, moga segera teratasi, agar tidak ada lagi blankspot,”ucapnya.
Terkait infrastruktur jalan juga disampaikan Riyanda. Ia menilai jalan-jalan provinsi sudah cukup bagus. Namun ia juga tengah mengusulkan perbaikan dibeberapa titik. Termasuk merenovasi jembatan disejumlah daerah sudah diperbaikinya.
Begitu juga soal lampu jalan sudah ada yang diperbaiki. Untuk penambahan tiang diperlukan anggaran pada perubahan jika TKD dikembalikan untuk mewujudkan Sawahlunto terang.
Walikota juga menyampaikan pihaknya telah membuat dua film dokumenter. Termasuk kegiatan berskala nasional yang telah dilaksanakan juga disampaikannya. Termasuk ekonomi kreatif, UMKM juga disampaikannya.
Sejumlah prestasi dan penghargaan terutama masalah kesehatan juga disampaikan. “Kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama bagi Pemko Sawahlunto,”tambahnya.
Ia juga menyampaikan kolaborasi dengan pihak ketiga dalam pembangunan dan renovasi Rumah Sakit Umum Daerah. Termasuk anggaran biaya siswa juga sudah disediakan Pemkot. Begitu juga tata kelola kinerja ASN juga sudah dilakukan termasuk mutasi jabatan dan penempatan posisi jabatan yang sesuai aturan BKN.
Menariknya lagi, Sawahlunto sudah meraih 11 kali WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Walikota Jeffry, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua LKAAM, MUI, Ketua, Wakil Ketua dan anggota DPRD Kota Sawahluto, jajaran pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan BUMN/BUMD, instansi vertikal, para camat dan lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh kepala desa juga hadir.
Riyanda, menegaskan bahwa refleksi ini bukan sekadar seremoni atau ajang menonjolkan diri. Ia menyebut agenda tersebut sebagai bentuk akuntabilitas dan keterbukaan pemerintah dalam menilai hasil kerja kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
“Saya percaya, klaim kinerja sebaik apa pun tidak bermakna jika manfaatnya tidak benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, hari ini kami sampaikan refleksi ini secara terbuka agar warga dapat menilai secara jujur dan memberikan kritik konstruktif,” ujar Riyanda.
Ia menuturkan, selama satu tahun memimpin bersama Jeffry, semua atas bantuan semua pihak termasuk wartawan.

Pada kesempatan itu, ia juga melepas kegiatan Tim Safari Ramadhan (TSR) yang akan dikunjungi sebanyak 37 rumah ibadah yang ada di daerah itu.
Pada kesempatan itu, Riyanda juga menyampaikan visi-misinya.
Visi
Sawahlunto Kota Wisata yang estetik, futuristik, hidup dan menghidupi.
Misi
1. Meningkatkan pertumbuhan sektor perekonomian dan ketahanan sosial budaya masyarakat yang berwawasan lingkungan
2. Mewujudkan Smart Covernence Berbasis IT.
3.Penguatan unsur-unsur penunjang terwujudnya kesejahteraan masyarakat
4.Pengembangan komunitas seni demi mendukung terwujudnya kota wisata yang estetik dan memiliki fungsi ekonomi dan mensejahterakan
5.Optimalisasi potensi kepariwisataan
6.Kota Sawahlunto menuju destinasi pendidikan utama dan berkarakter di Sumatera Barat
7. Pelaksana tata kelola pemerintah daerah yang berdaya saing tinggi atas pengukuran indeks kinerja yang ditetapkan oleh Kemendagri RI sebagai alat ukur kinerja pemerintah daerah di Kota Sawahlunto
Refleksi yang disampaikan Walikota itu, menjadi fase krusial untuk menilai fondasi pembangunan sejak pelantikan pasangan Riyanda–Jeffry pada 20 Februari 2025.
Refleksi itu diselenggarakan sebagai cermin untuk melihat sejauh mana kebijakan dan program prioritas strategis yang dijalankan telah menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Kegiatan itu sendiri diawali sambutan masyarakat yang disampaikan Ketua LKAAM Sawahlunto, Ir. H. Dahler Djamaris Dt Penghulu Sati, M.Sc., Ia memuji kepemimpinan Walikota – Wakil Walikota yang berhasil mengatasi segala permasalahan yang ada di Kota Sawahlunto.
Ketua LKAAM juga menyebutkan masyarakat telah mengusulkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Ia juga akan mendukung apapun yang dibangun Pemkot Sawahlunto.
“Ini adalah wujud masyarakat dan Pemkot untuk memajukan Sawahlunto sesuai visi-misi Walikota. Untuk itu, mari kita dukung semua program pemerintah,”ucapnya.*


