Suasana Shalat Ied yang dilakukan PDM Kota Sawahlunto terlihat Semarak dan Khidmad
JURNAL SUMBAR| Sawahlunto – Suasana Sholat Idul Fitri yang dilaksanakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sawahlunto dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, yang dilaksanakan di tiga titik strategis pada Jum’at (20/03/2026) kemarin berjalan semarak dan khidmad.
Salah satu titik utama adalah Lapangan Segitiga (Lapseg) di pelataran Taman Saka Heritage Hotel, bertindak sebagai Imam dan Khatib pada sholat tersebut adalah Ustadz Mukhlis, Wakil Ketua PDM Kota Sawahlunto.
Jama’ah Sholat Ied yang dimulai pukul 08.00 WIB di taman depan hotel berbintang Saka Heritage milik BUMN PT Bukit Asam ini, tidak hanya dari Kota Sawahlunto akan tetapi juga dari daerah Kabupaten tetangga.
Dari ratusan jama’ah yang membludak tersebut teelihat mantan Sekda Kota Sawahlunto yang juga mantan Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti, mantan Ketua DPRD Kota Sawahlunto Hasjoni SY, mantan Ketua DPRD Kota Sawahlunto Adi Iktibar, mantan Ketua KPU Kota Sawahlunto Afdhal dan sejumlah mantan pejabat yang sudah memasuki masa purna-bhakti.
Titik kedua berada di Masjid Raya Silungkang, Kecamatan Silungkang, dengan Imam dan Khatib Ustadz Adrimas yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PDM Kota Sawahlunto.
Masjid Raya yang berada dipinggir jalan-raya Sawahlunto – Solok ini terasa sempit ketika suasana jama’ah tumpah- ruah sampai ke pelataran Masjid
Sedangkan untuk Cabang Muhammadiyah Kecamatan Talawi, sholat Idul Fitri dipusatkan di Masjid Muttaqin Talawi dengan Khatib Ustadz Fadhli Rifenta, Ketua MUI Kota Sawahlunto sekaligus Ketua Majelis Tabligh & Tarjih PDM Kota Sawahlunto. Cuaca yang sangat mendukung, sejuk dan nyaman menghadirkan suasana ýang haru-biru pertanda rasa syukur.
Materi khutbah ketiga Khatib di tiga lokasi yang berbeda sama-sama menyoroti dan membahas masalah bencana sebagai ujian Allah yang merupakan dampak dari perbuatan manusia yang melakukan eksploitasi sumber daya alam tanpa batas toleransi terhadap dampak AMDAL.
Ustadz Mukhlis juga menyinggung masalah iklim ekonomi masyarakat yang tidak baik-baik saja. “Suasana ekonomi yang kurang cerah dibarengi tingginya jumlah angka tenaga kerja terdidik serta besarnya angka angkatan kerja yang belum tersalurkan akibat minimnya lapangan kerja membuat semakin terjepitnya kesejahteraan sosial hidup, kehidupan dan penghidupan masyarakat,” ungkap Ustadz Mukhlis.
“Tanpa menyalahkan siapa-siapa, umat mesti bangkit berikhtiar menajamkan upaya untuk pemberbaiki diri dengan iman dan taqwa,” kata Ustadz Mukhlis mengakhiri khutbah pertamanya sebelum berdo’a.
Kerisauan dan Penantian
Menurut Andrio An Ketua Pelaksana Sholat Idulfitri yang didampingi aktivis pendidik Afdhal, Muhammadiyah termasuk salah-satu Ormas Islam di Indonesia sebagai perintis pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam suasana kerisauan terhadap keberlangsungan pendidikan anak-bangsa yang semakin tergerus dan tergores akibat modernisasi yang dinamis dan mengglobal. Muhammadiyah sebagai Ormas Islam berupaya keras mengkampanyekan pendidikan terpadu. “Long life education bukan hanya sekedar slogan. Pendidikan seumur hidup mulai dari liang-rahim sampai ke liang-lahat proses pendidikan itu tidak boleh berhenti,” kata Afdhal mantan Ketua KPU Kota Sawahlunto yang perannya sangat besar dalam aktivitas organisasi Muhammadiyah sebagai Aktivis Pendidikan Terpadu.
Ditambahkan Andrio, tahun 2019 lalu PDM Kota Sawahlunto merencanakan pendirian SMP Terpadu Muhamnadiyah. Lokasi dan beberapa perangkat keras dan sebagian sarana sudah tersedia, namun selama 7 tahun rencana itu hilang ditelan masa.
Maka, tahun pelajaran 2027 mendatang SMP Terpadu Muhammadiyah merencanakan program penerimaan murid baru. “Secara marathon PDM Kota Sawahlunto mesti menyiapkan perangkat lunak dan perangkat keras untuk mewujudkan beroperasinya lembaga pendidikan SMP Terpadu. Dan tahun pelajaran 2029/2030 lulusan SMP Terpadu Muhammadiyah ini dilanjutkan proses pendidikannya di SMK Terpadu Muhammadiyah,” ujar Andrio menutup keterannya tentang kerisauan dan penantian.adek



