Akibat Kabut Asap Tebal, Jarak Pandang di Lubuktarok Capai 30 meter terekam di pasar Lubuktarok
JURNAL SUMBAR| Sijunjung – Sebagai dampak dari kebakaran hutan dan lahan di pesisir timur Pulau Sumatera, Kabupaten Sijunjung dalam beberapa hari terakhir mulai diselimuti kabut asap tebal dan berbau.
“Iko olah membahayakan saluran pernafasan. Bau asoknyo agak masam,”ujar warga di Lubuktarok melihat kondisi asap tebal dengan jarak pandang capai sekitar 30 meter.
Walapun belum dalam dalam tahap membahayakan namun angka konsentrasi Partikulat (PM10) yaitu partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron saat ini sudah mencapai 57 µgram/m 3 .
Kualitas udara yang baik itu adalah kisaran 0 – 50 µgram/m 3 , sedangkan PM 10 dengan konsentrasi 50-150 µgram/m 3 termasuk kategori sedang, 150-250 µgram/m 3 kategori tidak sehat dan 250-350 µgram/m 3 sangat tidak sehat serta lebih dari 350 µgram/m 3 kategori berbahaya.
Demikian hasil informasi yang dikutip dari situs www.bmkg.go.id
Hingga kini belum ada tindakan dari Pemkab Sijunjung. Belum terlihat adanya pembagian masker maupun merumahkan anak sekolah.
Menyikapi hal ini, Sekdakab Sijunjung, Jaheri, S.Sos., M.Si., mengatakan, pihaknya baru saja melakukan pembahasan terkait kabut asap tebal itu.
“Baru saja kami selesai melakukan rapat pembahasan kabut asap tersebut. Langkah apa saja yang akan dilaksanakan termasuk pembagian masker pada masyarakat,”ucap Sekdakab Sijunjung menjawab Jurnalsumbar pada Rabu (26/8/2026).

Sekdakab Sijunjung, menghimbau kepada masyarakat agar melakukan antisipasi bila mana keadaan tidak kunjung membaik. Pertama masyarakat sebaiknya mengurangi aktifitas diluar ruangan.
“Kalaupun harus bekerja dan berkegiatan lain di luar ruang, maka masyarakat disarakan untuk menggunakan masker,”jelasnya.
Kepala BPBD Sijunjung, Doni Novrizon, S.H.,M.M., mengingatkan masyarakat supaya tidak melakukan pembakaran lahan mapun membakar jerami di sawah.
“Bencana kabut asap ini biasanya mengancam kesehatan masyarakat terutama penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas, sehingga meningkatkan daya tahan tubuh sangatlah diperlukan, dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan minum air putih yang cukup,” pungkas Adek panggilan akrab Kalaksa Sijunjung itu.

Terakhir, Adek kini sedang menyusun inovasi tentang strategi penanggulangan bencana yang melibatkan komunitas ini berharap agar semua pihak dapat bekerja sama dan saling berkoordinasi dalam menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan serta memohon kepda Allah SWT untuk menurunkan hujan agar kebakaran hutan ini mereda.
Masyarakat berharap agar pihak Pemkab Sijunjung segera tanggap dan membagi – bagikan masker.*

