Gun Sugianto
JURNAL SUMBAR| Padang – Arah gerakan koperasi Sumatera Barat untuk lima tahun ke depan menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat bersama Dekopinda Kabupaten/Kota dan koperasi sekunder se-Sumatera Barat.
Dalam forum yang berlangsung di Hotel Mercure Padang, Kamis–Jumat (10–11 September 2026), Ketua Dekopinwil Sumatera Barat Gun Sugianto, S.H., M.H., menyampaikan materi mengenai posisi dan peran Dekopin sekaligus arah gerak Dekopinwil Sumatera Barat dalam periode kepengurusan lima tahun ke depan.
Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam Rakorwil karena arah gerak organisasi perlu diterjemahkan secara bersama hingga tingkat daerah. Dekopinwil tidak hanya diarahkan menjalankan fungsi koordinasi, tetapi juga membangun keterhubungan antarelemen gerakan koperasi di Sumatera Barat.
Gun menjelaskan posisi Dekopin sebagai wadah perjuangan dan pengembangan gerakan koperasi sekaligus ruang untuk memperkuat kepentingan koperasi. Dalam konteks Sumatera Barat, fungsi tersebut perlu diperkuat melalui koordinasi yang lebih terarah antara Dekopinwil, Dekopinda, dan koperasi sekunder.
Arah gerak lima tahun ke depan kemudian ditempatkan pada penguatan konsolidasi organisasi, peningkatan kapasitas gerakan koperasi, serta pengembangan kerja sama yang dapat mendukung pertumbuhan koperasi. Setiap program diharapkan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan koperasi dan perkembangan lingkungan usaha.
Dalam pemaparannya, Gun juga menekankan pentingnya membangun gerakan koperasi yang tidak berjalan sendiri-sendiri. Hubungan antara Dekopinwil dengan Dekopinda Kabupaten/Kota dan koperasi sekunder perlu dibangun dalam pola kerja yang saling mendukung.
Rakorwil menjadi ruang untuk memperkenalkan arah tersebut kepada unsur gerakan koperasi sekaligus mendapatkan masukan dari daerah. Dengan adanya komunikasi dua arah, program kerja Dekopinwil diharapkan dapat disusun berdasarkan kondisi riil dan potensi yang dimiliki masing-masing daerah.
Penguatan organisasi juga menjadi bagian dari arah gerak tersebut. Dekopinwil perlu memastikan komunikasi dan koordinasi dengan Dekopinda serta koperasi sekunder berjalan secara berkelanjutan, sehingga berbagai persoalan perkoperasian dapat lebih cepat diidentifikasi dan dicarikan ruang penyelesaiannya.
Selain itu, pengembangan koperasi tidak dapat dilepaskan dari kemampuan koperasi membaca perubahan ekonomi dan lingkungan usaha. Karena itu, penguatan kapasitas, kolaborasi, dan orientasi pada kebutuhan anggota menjadi bagian yang penting dalam membangun koperasi yang lebih adaptif.
Melalui materi tersebut, Rakorwil menjadi momentum untuk menyamakan pandangan mengenai arah gerakan koperasi Sumatera Barat selama lima tahun ke depan. Dekopinwil Sumbar mendorong agar arah kebijakan organisasi dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang konkret dan memiliki dampak bagi perkembangan koperasi di kabupaten dan kota.rel