JURNAL SUMBAR | Sawahlunto – Kabut asap yang menyelimuti Kota Sawahlunto dalam beberapa hari terakhir mengundang kepedulian insan pers. Tidak hanya memberitakan, para wartawan yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto turun langsung ke jalan membagikan 300 masker gratis kepada masyarakat.
Aksi sosial yang sarat kepedulian yang dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026) itu menyasar warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Pembagian masker dipusatkan di sejumlah titik keramaian, seperti kawasan pasar, simpang jalan utama, dan area publik lainnya yang banyak dilalui pengendara dan pejalan kaki.
Yang menarik, kegiatan ini menjadi penanda eksistensi komunitas yang sudah cukup lama berkiprah. Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto tercatat telah berusia 13 tahun, konsisten hadir dalam berbagai aksi sosial kemanusiaan, mulai dari membantu korban bencana, menyalurkan bantuan untuk warga kurang mampu, hingga aksi tanggap lingkungan seperti saat ini.
Kali ini, aksi tersebut tidak berjalan sendiri. Komunitas Wartawan Peduli berkolaborasi dengan Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) DPC Kota Sawahlunto untuk memperluas jangkauan dan dampak bantuan. Seluruh masker yang dibagikan itu merupakan hasil sumbangan dari para donatur yang digerakkan oleh Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto.
Aksi ini dipimpin langsung oleh sosok sentral di balik dua organisasi tersebut, yakni Yusianto yang akrab disapa Yanto Ula atau Anto Ula. Ia merupakan Ketua Komunitas Wartawan Peduli Sawahlunto sekaligus Ketua IPJI DPC Kota Sawahlunto.
Di lapangan, Yanto Ula terlihat turun langsung bersama anggota membagikan masker satu per satu kepada warga, pengendara ojek, pedagang kaki lima, hingga anak sekolah yang melintas tanpa masker.
Menurut Yanto Ula, 300 masker tersebut terkumpul berkat kepedulian para donatur yang merespon cepat ajakan dari komunitas. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan tersebut.
“Alhamdulillah, 300 masker ini adalah sumbangan dari para donatur yang kami gerakkan melalui Komunitas Wartawan Peduli. Begitu kami sampaikan kondisi kabut asap di Sawahlunto, para donatur langsung merespon. Ini bukti bahwa kepedulian itu masih sangat besar,” ujar Yanto Ula.
Ia menjelaskan, aksi ini berangkat dari kegelisahan melihat kondisi udara yang tidak sehat akibat kabut asap yang membuat aktivitas warga terganggu dan kesehatan terancam.
“Sudah 13 tahun Komunitas Wartawan Peduli ini kami bangun dengan semangat kepedulian. Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai penulis berita, tapi benar-benar hadir saat masyarakat membutuhkan. Hari ini kabut asap menjadi ancaman, masker adalah kebutuhan paling mendesak yang bisa kami berikan dari hasil gotong royong bersama donatur,” tambahnya.
Ia menegaskan, kolaborasi dengan IPJI DPC Sawahlunto adalah langkah strategis agar gerakan sosial insan pers semakin solid dan berkelanjutan, termasuk dalam menggalang donasi kemanusiaan.
“Kebetulan saya dipercaya sebagai Ketua di Komunitas Wartawan Peduli dan juga Ketua IPJI DPC Sawahlunto. Jadi kami satukan kekuatan. Ke depan tidak hanya soal kabut asap. Selagi ada donatur yang percaya kepada kami, kami akan terus menyalurkan untuk kegiatan kemanusiaan lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, aksi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga yang mengaku terbantu karena tidak semua sempat membeli masker.
“Terima kasih kepada wartawan dan para donatur. Kami sangat terbantu, karena beberapa hari ini asapnya cukup tebal,” ujar seorang warga.
Melalui aksi ini, Yanto Ula berharap bisa menggugah kepedulian pihak lain untuk ikut menjaga kesehatan masyarakat dan semoga kabut asap segera berlalu.rel