Walinagari Pulasan Sijunjung Awardi Datuk Rajo Nan Gadang Kembali Perbaiki Jalan Rusak Bersama Warganya
Walinagari Pulasan, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Awardi Datuk Rajo Nan Gadang Kembali Perbaiki Jalan Rusak Bersama Warganya
JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Pada Jum’at (25/9/2026), Walinagari Pulasan, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Awardi Datuk Rajo Nan Gadang bersama warga masyarakat kembali melakukan swadaya perbaikan jalan.
Jalan yang diperbaiki tersebut merupakan jalan kabupaten yaitu ruas jalan Nagari Pulasan yang memiliki panjang ruas sekitar lima kilometer.
Swadaya perbaikan jalan tersebut dilakukan karena kondisi jalan di Nagari Pulasan hampir di sepanjang ruas rusak parah, padahal jalan tersebut merupakan jalan utama yang dilalui beberapa nagari untuk akses menuju kecamatan dan juga kabupaten.
Selain itu, kondisi jalan yang rusak sangat menghambat semua kegiatan masyarakat diantaranya akes pendidikan, kesehatan dan juga akses mobilitas ekonomi antar kecamatan dan kabupaten.
Kegiatan swadaya perbaikan jalan tersebut digerakan oleh Walinagari Pulasan Awardi Datuk Rajo Nan Gadang bukan hanya sekali ini saja, akan tetapi sudah berkali-kali, karena banyak titik yang sudah rusak parah dan sangat membahayakan warga.
Sementara itu, sumber dana dari kegiatan perbaikan jalan tersebut, berasal dari sumbangan pihak ketiga untuk kebutuhan material, sementara untuk kebutuhan tenaga kerja di lakukan secara gotong royong oleh perangkat Nagari beserta warga yang ada di nagari yang dipimpin Awardi Datuk Rajo Nan Gadang yang juga merupakan penguasa Ulayat daerah itu.
Awardi, selaku Walinagari Pulasan, menyampaikan bahwa, “Pihak PemNag Pulasan menggerakan warganya untuk swadaya memperbaiki jalan tersebut, karena kondisi jalan memang sudah sangat parah (berlobang-red), sehingga sambil menunggu jalan tersebut dibangun oleh Pemkab Sijunjung, maka sementara kita tidak masalah untuk swadaya dulu, kalau tidak ya jalan akan tambah parah dan warga juga yang kesulitan, semoga di tahun depan jalan ini bisa dibangun,”ujarnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa masih banyak sekali warga nagarinya yang belum paham tentang peraturan dan kebijakan terkait pembangunan jalan.
“Jadi, meskipun itu jalan kabupaten jika kondisinya rusak parah seperti ini maka saya selaku Walinagari yang di salahkan, padahal Dana Nagari tidak diperuntukan untuk membangun jalan kabupaten,”terangnya.
“Saya juga sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan jalan tersebut di musrenbangcam, akan tetapi sampai saat ini belum juga bisa direalisasikan karena mungkin keterbatasan anggaran APBD, yaa kita tunggu saja lah semoga tahun depan bisa dibangun, alhamdulilah warga masih semangat gotong royong,”ungkapnya *