Sebulan Terbaring Sakit, Kapolsek Sijunjung Memotivasi Randi yang Tak Mau Dioperasi

1859

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Rendi,18 tahun, adalah salah seorang siswa SMKN 2 Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat. Sejak sebulan lalu siswa pecinta olahraga warga Jorong Ganting, Nagari Sijunjung itu terbaring sakit.

Melihat kondisi Randi itu, Kapolsek Sijunjung, Iptu Yaddi Purnama Lubis, SH yang dapat informasi dari Bhabinkamtibmas Nagari Sijunjung, Brigadir Andri pun membesuknya.

Senin (29/1/2018) siang, sang kapolsek yang dikenal ramah dan merakyat itu pun meluncur bersama anggotanya ke rumah Randi. Kedatangan Kapolsek tak lepas dari rasa kemanusian dan sosialnya.

Apalagi saat ini peran polisi bukan hanya sekedar menjaga keamanan dan menangkap pelaku kejahatan, namun kegiatan sosial dan kemanusian juga salahsatu target polisi sebagai abdi dan pengayom masyarakat. Terutama untuk memupuk dan menjalin sillaturahmi dengan masyarakat bagian dari tugas polisi sebagai pelindung dan pengayom.

Itu pun dibuktikan jajaran Polres Sijunjung dibawa komando Kapolres Sijunjung, AKBP Imran Amir, SIK, MH, yang juga dijalani jajaran Polsek Sijunjung, dibawah kendali Iptu Yaddi Purnama Lubis,SH bersama anggotanya, pada Senin (29/1/2018) siang untuk menyambangi dan memberikan motivasi kepada Rendi salah seorang warga yang tengah terbaring sakit di Jorong Gantiang, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung.

Rasa hiba terpancar dari wajah sang perwira baik hati itu ketika melihat Rendi siswa SMKN 2 Sijunjung yang terbaring di rumahnya selama satu bulan karena menderita sakit pada bagian kaki yang membengkak dan mengalami infeksi.

Rendi hanya terbujur kaku di rumahnya dan tak bisa apa-apa. Meski pihak keluarga Rendi sudah membawanya ke RSU M. Djamil Padang, namun kondisi Rendi terlihat miris. Bahkan ketika diajak untuk dioperasi, namun siswa kelas XI SMKN 2 Sijunjung tersebut tidak mau menjalani operasi pada kakinya lantaran takut.

Atas dasar itu pula Kapolsek Sijunjung dan jajaran menyambangi Rendi untuk memberikan motivasi dan pemahaman kepadanya dan keluarga agar menjalani pengobatan medis dan bersedia di operasi demi kesembuhannya.

“Kita mengetahui dari Bhabin yang telah berkunjung kerumahnya, dan mengatakan bahwa si anak tidak mau menjalani operasi kakinya yang sudah membengkak dan infeksi lantaran takut di operasi. Melalui kunjungan ini kita berikan motivasi dan pemahaman kepada anak tersebut dan keluarganya agar segera menjalani perawatan medis, mengingat kondisinya yang sudah memburuk,” sebut Kapolsek Sijunjung kepada wartawan.

Bahlan kapolsek memberikan sedikit pemahaman dan mekanisme dalam menjalani perawatan di rumah sakit. Termasuk sang perwira itu menceritakan kisahnya yang juga pernah mengalami patah tulang sebelumnya.

Hal itu bertujuan agar Rendi dan keluarga paham dan segera mengambil langkah yang tepat. “Melihat kondisinya kita prihatin sekali, karena jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kita khawatir malah semakin memburuk. Saat ini kakinya sudah membengkak, dan kondisi tubuhnya pun sudah sangat kurus. Kita akan dampingi untuk proses pengobatanya melalui Bhabinkamtibmas, dan akan kita pantau,” ucap Kapolsek berjanji.

Ternyata, sakit diderita Rendi bermula ketika ia mengikuti pertandingan bola kaki dalam ajang LPI di lapangan M. Yamin Muaro Sijunjung pada 2015 lalu. Di pertandingan itu ia mengalami cidera pada kaki kiri karena berbenturan saat bermain. Namun karena tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai akhirnya kondisi Rendi semakin memburuk, sampai akhirnya di penghujung tahun 2017 kemarin, ia tidak bisa lagi berdiri dan kakinya semakin membesar dan infeksi.

“Kami sudah melakukan pengobatan demi kesembuhannya, baik itu secara medis maupun alternatif. Dokter mengatakan agar di operasi, tapi dia takut dan tidak mau dioperasi, hingga akhirnya dibawa pulang kembali. Semoga dengan kedatangan bapak Kapolsek dan anggota yang memberikan motivasi, anak kami mau menjalani operasi,” ucap Defrialdi orang tua dari Rendi kepada kapolsek. Saptarius