JURNALSUMBAR | Pesisir Selatan – Kurang lebih 60 hektar lahan padi siap panen di Nagari Balai Sinayan Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pessel, sudah tiga minggu ini diserang hama wereng dan terancam gagal panen.
Kondisi lahan padi milik petani di daerah tersebut, Selasa (2/7/2019) terlihat menguning, dan gejalanya seperti terserang hama wereng.
Zakaria (45) salah seorang petani setempat ditemui di lokasi menuturkan bahwa serangan hama wereng telah menyerang tanaman padi petani sudah beberapa minggu ini, dan akibatnya petani bisa dikatakan gagal panen.
Untuk itu Zakaria berharap pada Dinas terkait bisa memberikan bibit bagi para petani, akibat gagal panen serangan hama wereng dengan kerugian kurang lebih 500 juta.
“Kita telah laporkan dan informasikan pada Dinas Pertanian dan Walinagari,” ujar Zakaria.
Walinagari Balai Sinayan Lumpo, Kecamatan IV Jurai Sabandi membenarkan bahwa kurang lebih 60 hektar lahan padi milik petani diwilayahnya terkena dampak hama wereng, rata – rata tanaman padi terserang hama tersebut berusia 20 hari, sejak masa tanam dimulai.
Akibat serangan hama wereng sebagian petani padi mengalami gagal panen. Dan, upaya dari pihak Nagari telah melaporkan tersebut ke pihak Dinas dan PPL Pertanian di bawah. Sejauh ini upaya PPL telah dilakukan.
” Petani saat ini memerlukan bibit, dan usulan tersebut sudah kita laporkan,” ungkap Walinagari.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pessel Nuzirwan mengatakan, bahwa pihak Dinas melalui PPL Pertanian di kampung Balai Sinayan, Kenagarian Balai Sinayan Lumpo, Kecamatan IV Jurai, telah turun ke bawah untuk melakukan upaya penanganan hama wereng, yaitu pemberian obat.
Hal itu ditambahkan petugas penyuluh pertanian PPL Nagari Balai Sinayan Lumpo menuturkan, Khairul Efendi mengukapkan bahwa dari PPL Pertanian membantah bahwa luas lahan padi terserang hama wereng dan bakteri seluas 17 hektar, karena tidak semua luas lahan tersebut terkena hama sebagian telah Panen, yang mana lokasi lahan sawah terdiri dari beberapa spot (petak).
Upaya telah dilakukan adalah pemberian obat – obatan dan penyemprotan. Sedangkan untuk permintaan bantuan bibit padi hal itu sudah dilaporkan ke Dinas, dan sedang dalam proses.
” Saya tegaskan bahwa luas sawah terkena dampak hama wereng dan bakteri hanya 17 hektar,” kata Khairul.
Ditambahkanya sejauh ini upaya maksimal telah dilakukan pihak Dinas maupun PPL pertanian, bahkan dalam waktu dekat melalui program ada pada Dinas Pertanian akan segera dilaksanakan pembagian bibit padi. (Rega Desfinal)