Dibantu Dosen UNP, Petani Karet Pasaman Tetap Bisa Panen Meski Hari Hujan

178

JURNAL SUMBAR | Pasaman — Solusi yang konprehensif dibutuhkan untuk mengatasi masalah kehidupan ekonomi petani karet, setidaknya di Kabupaten Pasaman, yang antara lain disebabkan oleh faktor musim dapat mempengaruhi produksi getah karet yang dihasilkan oleh tanaman karet. Pada saat musim panas, produksi karet yang dapat dihasilkan akan lebih banyak serta getah yang dihasilkan pun mempunyai kualitas yang lebih baik. Namun hal yang sebaliknya terjadi pada saat musim hujan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan kualitas getah yang dihasilkan tidak begitu baik, karena getah yang dihasilkan pada saat musim hujan mengandung air, sehingga getah menjadi rusak dan dapat menurunkan harga jual. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi petani karet.

Dr Yulhendri SPd, MSi, Wakil Dekan 3 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (6/8/2019) mengatakan pada saat musim panas, petani dapat melakukan penyadapan setiap hari serta menjual karet dengan harga jual yang cukup tinggi. Sehingga petani karet bisa mendapatkan pendapatan yang normal untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Namum kondisi berbeda terjadi ketika saat musim hujan. Ketika memasuki musim hujan, intensitas penyadapan karet pun menjadi terganggu. Petani karet hanya memperoleh pendapatan yang sedikit sehingga berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari petani.

Menurut Yulhendri, pada kondisi musim hujan ini, petani karet tetap harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan keluarganya. Kondisi ini tambah diperparah dengan sifat konsumtif dari petani karet. Dimana, petani karet menjual seluruh hasil perkebunan mereka pada saat musim panas, dan tidak mempunyai simpanan yang cukup pada musim hujan. Oleh karena itu, petani karet berusaha melakukan segala macam upaya untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, termasuk melakukan peminjaman ke pihak tauke.

Dikatakannya, Sumatera Barat mempunyai potensi sumber daya alam yang cukup besar dalam bidang pertanian. Sehingga pengembangan kegiatan pertanian merupakan prioritas dalam proses pembangunan daerah ini. Beberapa komoditi pertanian yang terdapat di Sumbar salah satunya adalah pertanian karet.

Pertanian karet di Sumbar tersebar diantaranya di Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, Pasaman, Solok Selatam dan Kabupaten/Kota lainnya. Kabupaten Pasaman merupakan salah satu daerah yang mengembangkan karet yang cukup besar di Sumbar. Tercatat, Pasaman memiliki luas lahan 29.421 dan produksi sebesar 27.786 ton pada tahun 2015, namun jumlah ini terus menurun setiap tahunnya (Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman).

“Untuk mengedukasi masyarakat Nagari Lubuak Gadang yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani karet mengenai bagaimana teknik dalam melakukan penyadapan karet pada saat musim hujan, Tim UNP yang saya pimpin telah melaksanakan pengabdian masyarakat di Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman,” jelas Yulhendri lagi.

Ditambahkannya, kegiatan pengabdian Tim UNP yang mengusung tag-line “Kita Tetap Panen Meskipun Hujan Tiba”, dilakukan dalam bentuk pemberian sosialisasi dan pengaplikasian teknik salendang polan kepada para petani karet. Teknik salendang polan ini dirasa efektif menjadi solusi bagi permasalahanpetani karet agar tetap bisa melakukan penyadapan karet pada saat musim hujan.

“Teknik salendang polan dapat melindungi hasil sadapan karet dari terpaan air hujan. Sehingga, hasil sadapan karet pun memiliki kualitas yang lebih baik karena tidak tecampur dengan air hujan lagi. Cara dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat salendang polan ini pun juga terbilang gampang dicari dan minim budget. Sehingga pada gilirannya, diharapkan dapat membantu para petani karet dalam menjaga penghasilan mereka walaupun pada saat musim hujan tiba,” ungkapnya.

Untuk saat ini, sudah ada sekitar 10 pohon milik petani karet di Nagari Lubuak Gadang yang sudah mengaplikasikan teknik salendang polan ini. Untuk kedepannya, Tim Universitas Negeri Padang berharap agar teknik salendang polan ini bisa menjadi solusi yang tepat bagi permasalahan yang dihadapi oleh petani karet pada saat musim hujan tiba – tidak hanya di Nagari Lubuak Gadang, tapi juga petani karet di seluruh daerah di Sumbar. (Agusmardi/Humas UNP)