Polres Sawahlunto Ungkap Kasus Uang Palsu dan Curanmor

2440

JURNAL SUMBAR | Sawahlunto -Warga Kota Sawahlunto, Sumateta Barat, resah atas adanya dugaan beredarnya uang palsu di daerah itu.

Hal itu menyusul setelah adany warga menjadi korban uang palsu melaporkan pada polisi daerah setempat. Seperti yang dilaporkan Safrida, 64 tahun warga Lubang Tembok Kelurahan Saringan Kecamatan Barangin.

Didampingi suaminya Mardias membuat laporan polisi dengan nomor : LP/15/IX/2019-SPKT III Polsek Barangin tanggal 5/9/2019.

Menanggapi laporan tersebut, dari ciri-ciri yang disebutkan korban, petugas berhasil mengamankan Surya Akbar Hericko sapaan Erick (18) yang diduga sebagai pelaku kemudian memeriksa jok motor pelaku dan menemukan dompet berisi uang palsu 18 lembar pecahan 100 ribu dan 6 lembar pecahan 50 ribu dengan total Rp 2.100.000.

Dalam pengembangan petugas berhasil mengamankan DV (anak bawah umur) dilapangan Segitiga Kota Sawahlunto, saat ditanya petugas tentang uang palsu, DV mengakui dan menyita uang palsu yang disimpan dalam dompet dibawah tempat tidur kamarnya sebanyak 10 lembar uang palsu pecahan 100 ribu dan 2 Lembar pecahan 50 ribu dengan total Rp1,1 juta.

Tersangka terancam pidana dengan pasal berlapis yang disangkakan, Pasal 36 ayat. (1), ayat (2), ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia No. 07 tahun 2011 tentang mata uang. Ayat 1, memalsukan uang rupiah, ancaman 10 tahun denda 10 Milyar. Ayat 2, menyimpan uang rupiah palsu, ancaman 10 tahun denda 10 Milyar. Ayat 3, mengedarkan uang rupiah palsu, ancaman 15 tahun denda 50 Miliar.

Kronologis kejadian pada hari Rabu (4/9/2019) sekitar jam 12.00 WIB Erick, DV serta 3 orang lainnya yang masih Daftar Pencarian Orang (DPO) sepakat untuk membuat uang palsu. Kemudian Erick dan satu temannya yang DPO pergi ke rumah Dini Amanda meminjam mesin Printer Canon PIXMA MP287.

Selanjutnya Erick, DV beserta tiga orang lainnya DPO mencetak uang palsu dengan cara mengfotocopy warna uang asli. Yang terakhir kali mencetak uang palsu tersebut dan memiliki hasil yang bagus adalah DV. Setelah dicetak Erick, DV dan tiga lainnya DPO menyimpan uang palsu tersebut.

Modusnya Erick belanja minuman segar seharga Rp6.000 dan menyerahkan uang palsu Rp100 ribu kepada Safrida. Kemudian Safrida mengembalikan Rp94 ribu uang asli. Tidak berapa lama Erick kembali ke warung tersebut dan belanja lagi seharga Rp10 ribu dan menyerahkan uang paslu Rp100 ribu. Kemudian Safrida mengembalikan Rp90 ribu uang asli.

Wakapolres Kota Sawahlunto Kompol Jerry Sahrim melalui Kasat Reskrim Polres Kota Sawahlunto AKP Julkipli Ritonga menjelaskan kepada awak media saat Press Release diruang rapat Rupatama Polresta Sawahlunto Kamis (12/9/2019). Menghimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dan berhati-hati dalam peredaran uang palsu.

“Jika menerima uang harap diperhatikan uang tersebut seperti 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), apabila itu dilakukan maka kita dapat terhindar dari peredaran uang palsu tersebut”, ungkapnya.

Dikasus curanmor polisi mengamankan Ari Guswanto alias Ari Batar (29) dengan barang bukti dua unit sepeda motor Honda Beat putih BA 2971 JE dan Yamaha Mio hitam BA 6275 JD dengan ancaman pidana penjara paling lama 7tahun serta Ade Putra (30) dan Roni Afrijal (39) dengan barang bukti satu unit mobil Pickup merk Mitsubishi jenis L-300 warna hitam BA 8254 BE dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun.anton
editor; saptarius