“Apinya masih ada, lihat saja asapnya masih mengupal. Untuk itu kami dan dibantu pelajar disini membersihkan puing-puing sisa kebakaran tersebut”
JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Meski sijago merah itu mulai padam, namun sisa-sisa kobaran api itu masih terlihat dilokasi kebakaran di Rumah Gadang Rajo Ibadat (Rajo Tongah-red) dan Ruko milik, Izil,42 tahun, Warga di Jambulipo Lubuktarok itu hingga Senin (22/10/2019).
Tak heran jika kemudian AKP Syafruddin Arief,SH, bersama anggota Polsek Lubuktarok (Luta) dan sejumlah pelajar di Lubuktarok Itu Bajibaku terus memadamkan sisa kobaran api.
“Apinya masih ada, lihat saja asapnya masih mengupal. Untuk itu kami dan dibantu pelajar disini membersihkan puing-puing sisa kebakaran tersebut,”ucap Kapolsek Lubuktarok AKP Syafruddin Arief,SH itu kepada awak media, Senin (22/10/2019) siang.
Lantas apa penyebab kebakaran? Hingga kini pihak Polsek Lubuktarok masih menyelidikinya. Namun dugaan sementara akibat arus pendek. “Dugaan kebakaran akibat arus pendek,”kata kapolsek mengaku prihatin atas peristiwa tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa kebakaran itu terjadi disaat warga setempat sedang tertidur lelap. “Kejadian itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dini hari (Selasa, 22/10/2019),”ujar sejumlah sumber di Jorong Jambulipo, Nagari Lubuktarok.
Diduga sumber api berasal dari arus pendek listrik yang berasal dari kios mini BBM milik Izil. “Tiba-tiba api menyala dan menyambar tabung gas elpiji serta melalap sepeda motor Vario BA 5343 K dan mobil AVP BA 1921 KB dan kemudian dentuman suara ledakan pun terjadi,”kata Acan,18 tahun salah seorang pemuda setempat, Selasa (22/10/2019).
Tak sampai disitu, setelah membumi hangus warung milik Izil, api pun menjilat Rumah Gadang Rajo Tongah (Rajo Ibadat-red) Rumah Gadang limo ruang.
Meski masyarakat berbagai upaya untuk melakukan pemadaman, namun amukan sijago merah kian mengganas. Bahkan seluruh isi Ruko milik Izil dan Gadang Rajo Tongah (Rajo Ibadat-red) Rumah Gadang limo ruang luluhlantak dengan tanah akibat amukan sijago merah.
Tak hanya itu, saat kejadian puluhan anggota Polsek Lubuktarok dibawa pimpinan AKP Syafruddin Arief juga saling bahumembahu bersama warga memadamkan api ketika itu.Api mulai berangsur padam kisaran pukul 05.00 WIB setelah dibantu dua unit mobil pemadam kebakaran.
“Tak ada yang tersisa, semua ludes terbakar,”ujar sejumlah warga serempat. Akibat kebakaran tersebut kerugian ditaksir sekitar Rp2 milyar. Seperti kerugian yang dialami Izil, kerugian Ruko Izil ditaksir Rp600 juta belum lagi mobil AVP dan sepeda motor varionya. Begitu juga kerugian yang dialami Rumah Gadang Rajo Tongah (Rajo Ibadat-red). “Kerugian akibat kebakaran tersebut berkisar Rp2 milyar tak akan kurang,”ujar sumber lain.
Ratusan masyarakat dari berbagai daerah pun berdatangan menyaksikan puing-puing kebakaran. Termasuk Sekcam Lubuktarok Admiriska para walinagari juga berdatangan turut prihatin. saptarius