Ada Silat “Kuntau” Jurus yang Mematikan di Bengkulu Selatan

383

JURNAL SUMBAR | Bengkulu – Teenyata olahraga beladiri banyak dikenal di Provinsi Bengkulu terkhusnya di Kabupaten Bengkulu Selatan. Sebut saja, Taekwondo, Karate dan Pencaksilat.

Beladiri Taekwondo berasal dari Korea
dan Karate berasal dari Jepang, sedangkan pencak silat atau silat adalah suatu seni beladiri tradisional berasal dari Kepulauan Nusantara. Olah raga silat bukan sekedar olah raga biasa, olah raga ini adalah olah raga yang mempelajari budaya dan karekter bangsa, karakter yang terkandung dalam seni bela diri, pencak silat tersebut seperti menanamkan kejujuran, kedisiplinan, dan sifat kasatria.

Kerena ilmu beladiri pencaksilat adalah seni beladiri tradisional berasal dari Kepulauan Nusantara, maka tentulah perguruan dan jurus yang diajarkan berbeda beda pula. Di Provinsi Bengkulu khususnya di Kabupaten Bengkulu Selatan, banyak sekali perguruan dan jurus yang tersembunyi.

Diantaranya, silat Kuntau tentunya warga Bengkulu Selatan sudah banyak yang paham dengan silat Kuntau, akan tetapi silat Kuntau ini belum cocok untuk anak dikerenakan silat kuntau ini tidak untuk turnamen jika di pakai diturnamen berpotensi mematahkan.


Ketika awak media berkomunikasi dengan salah seorang pengiat olahraga pencaksilat di Desa Ulak Lebar, Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Miwan Toniko, S.Hut banyak hal diceritakannya soal beladiri itu.

“Silat Kuntau tidak bisa diajarkan ke anak-anak dikerenakan tidak punya sertifikat beladiri yang di akui. Untuk test masuk sekolah atau melamar kerja dan tidak bisa di gunakan untuk turnamen, kerena berpotensi mematahkan, menciderai bahkan membunuh lawan tapi jurus dan kuncian mematikan sangat di perlukan untuk pertahanan diri, kerenanya jurus silat Kuntau ada jurus yang bisa untuk menghadapi lawan yang menggunakan sajam,” kata Miwan.

Bengkulu Selatan banyak potensi pesilat tangguh tradisinal yang tersembunyi (jurus yang tidak diturnamenkan-red). Sebagai penggiat seni beladiri silat di Kabupaten Bengkulu Selatan, Miwan akan berkeliling desa ke desa untuk mengetahui jurus jurus dipakai oleh para perguruan, tentunya menemui pesilat pesilat tangguh.

“Di Kabupaten Bengkulu Selatan dulunya banyak perguruan silat tapi sekarang sudah tidak kedengaran lagi keberadaanya untuk menghidupkan kembali atau untuk mengetahui jurus jurus yang tersembunyi, saya akan coba menyambangi desa desa yang dulu perna ada perguruan silat tradisionalnya, untuk mengali jurus jurus yang tersembunyi di perguruan perguruan yang ada di Bengkulu Selatan dengan kami berinama PETUALANG JURUS,”paparnya.

“Untuk melestarikan budaya silat Kuntau saya sudah mencoba membuat akun youtube untuk menampilkan petualangan dengan menemui pesilat pesilat tersembunyi dg chanel PETUALANG JURUS,” kata Miwan. jon aidi patopang
editor; saptarius