Banjir Mengancam 50 Kota, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

143

JURNAL SUMBAR | Limapuluh Kota — Kabupaten Limapuluh Kota, sejak berapa hari terakhir diguyur hujan lebat berkepanjangan. Akibatnya sejumlah aliran sungai di Kabupaten tersebut mulai meluap di beberapa Kecamatan, Selasa (3/11/2019).

“Kondisi seperti ini membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota rawan bencana alam seperti banjir dan longsor. Menyikapi hal ini kita minta masyarakat tingkatkan kewaspadaan,”ujar bupati didampingi kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir ketika meninjau daerah rawan banjir di Nagari Taram.

Bupati meminta agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya bencana alam tersebut. “Selama ini Kabupaten Limapuluh Kota kerap dihantui bencana banjir dan longsor, terutama yang bermukim di wilayah perbukitan dan sungai. Jika kondisi air sungai terus naik, saya harap warga segera mencari tempat aman, kita sudah perintahkan BPBD untuk memantau kondisi ini,”ujarnya.

Dijelaskan bupati, pihaknya telah menebar Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD untuk terus melakukan pemantauan di lokasi yang rawan akan bencana. “Tujuannya, apabila debit air naik penanganan akan lebih cepat tertangani. Kita sama-sama berdoa agar kondisi ini tidak terjadi dan debit air sungai segera turun,”ungkapnya

Sementara itu, kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir menyebutkan pihaknya telah melakukan beberapa pemantauan di lokasi yang rawan banjir dan tanah longsor.

“Ada beberapa wilayah yang rawan akan terjadinya banjir dan longsor. Untuk itu kita telah turunkan puluhan tim TRC dibantu komunitas siaga bencana di daerah yang dianggap rawan,”sebutnya.

Menurutnya, beberapa daerah yang berpotensi banjir jika debit air terus naik diantaranya di Kecamatan Harau, Pangkalan, Kapur IX, Mungka, Suliki, Lareh Sago Halaban dan Kecamatan Payakumbuh.”Beberapa aliran sungai didaerah tersebut sudah mulai meluap seperti di Jorong Subarang, Nagari Taram,”sebutnya.

Untuk itu, pihaknya terus menghimbau agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaab terhadap bencana.” Bagi masyarakat yang tinggal dipinggir kali dan kereng supaya selalu waspada ketika hujan terjadi hujan lebat,”tutupnya.(RD)