Dua Pasien Positif Corona Virus, Sumbar Darurat, Hidayat; Lockdown Aja Sumbar Segera!!!

627

JURNAL SUMBAR | Padang – Dua orang diduga positif terjangkit Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), bahlan kini keduanya dikabarkan sudah diisolasi di RS Achmad Mukhtar dan RS M Djamil.

Ibfo itu kini terus merebak meski pengumuman resmi pemerintah belum. Meski begitu, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmartias, sudah menginfokan ada satu warganya positif Covid-19. Meski saat ini pasien PDP dan ODP Corona Virus banyak di Sumbar, tapi kebijakan mengkarantina wilayah belum juga dilakukan, malah di Bukittinggi yang dijemput siang ini hanya keluarga di rumah pasien positif saja.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Hidayat dengan tegas mendesak Gubernur Sumbar memohon dan mendesak Presiden RI agar lock down Sumbar segera.

“Kita jangan sampai gambling (bertaruh) soal nyawa rakyat, bukan tidak mungkin beberapa waktu lalu, Sumbar sudah ada yang positif, ini kan baru diuji di laboratorium kesehatan Fakultas Kedokteran Unand yang baru beroperasi Selasa siang lalu,”ujar Hidayat Kamis (25/3/2020).

Kata Hidayat, hasilnya bisa cepat terkonfirmasi, sebelumnya sampel yang dikirim uji ke Jakarta memang negatif, tapi jumlah sampelnya hanya 6 orang, padahal per Rabu 25 Maret 2020, informasi dari web resmi Pemrov Sumbar terdapat ODP mencapai 616 orang, PDP 29 orang dengan hasil 13 orang negatif.

“Lantas, apakah kita mesti menunggu puluhan atau ratusan korban terlebih dahulu sehingga baru mengambil kebijakan lebih strategis dan taktis. Situasi saat ini tidak normal sehingga dibutuhkan kebijakan yang tidak normal juga. Gubernur harus berani mengambil upaya dan langkah langkah serta tindakan yang luar biasa untuk mengamputasi penyebaran virus yang menghantui dunia ini. Salah satunya adalah dengan menerapkan lock down pada kawasan merah pandemi virus Covid 19 di beberapa kabupaten dan kota di Sumbar,” tegas Hidayat.

Ditanya soal konsekuensi dari penerapan lock down, Hidayat bisa memahami bahwa pemerintah wajib memenuhi kebutuhan pokok berupa pangan masyarakat terutama yang bagi masyarakat yang kurang mampu atau bagi keluarga yang terpapar langsung akibat pemberlakuan lock down ini.

Jumlah APBD Sumbar tahun 2020 mencapai Rp7 triliun lebih. Saya rasa sekitar 30% atau sekitar Rp2 triliun disepakati saja digunakan untuk menanggulangi konsekuensinya.
Ditambah lagi dengan anggaran APBD kabupaten atau kota yang terdampak pemberlakuan.

“Artinya, soal anggaran tidak ada masalah, kini tinggal kemauan dan keberanian kita bersama,”katanya.

Sekaligus kata Hidayat, ini ujian sosial juga bagi semua masyarakat Sumbar termasuk perantau. Bergotongroyong bersama sama kita menghadapinya. Saya memiliki keyakinan penerapan lock down selama 14 hari bakal mampu mengamputasi penyebaran virus ini,”tukas owner SKM Binews itu.

Hidayat menegaskan, selaku Anggota DPRD hal ini merupakan pemikirannya pribadi, jika atas nama DPRD Sumbar tentu ada mekanisme pengambilan keputusan secara bersama.

“Saya mendengar beberapa kawan kawan bersepakat lock down segera diterapkan. Semua ini hanya untuk menjaga keselamatan dan kebaikan bersama sebelum musibah besar seperti beberapa negara di Eropa yang sudan menelan korban meninggal dunia ribuan orang, tidak terjadi di Sumbar,” jelas Hidayat.sumber; binews