Terkait Foto Rontgen Rusak, Ini Penjelasan Plt Direktur RSUD Sijunjung Dr Haji Edwin Suprayogi, MKes

781

Plt RSUD Sijunjung Edwin Suprayogi menunjuk foto rontgen yang rusak (foto.tri ep)

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung, Sumatera Barat, Dr Haji Edwin Suprayogi, MKes tak menapik terkait rusaknya dua buah Foto Rontgen yang ada di rumah sakit kebanggaan rang lansek manih itu.

Bahkan mantan Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung yang juga kini menjabat Asisten III Setdakab Sijinjung itu, justeru menyebutkan Foto Rontgen yang dimiliki RSUD Sijunjung itu tidak efektif lagi.

Pasalnya, Foto Rontgen bermerk X-Ray Allengers 525 FC itu di operasional kan sejak pada tahun 2012. Artinya, umur Foto Rontgen itu sudah lebih dari sembilan tahun. Sementara umur efektif alat kesehatan (Alkes) itu hanya lima tahun.

“Sedangkan sekarang umur Alkes nya sudah sembilan tahun lebih. Bahkan sudah di lakukan pemeliharan tahun 2019 terhadap X-Ray Tube dengan biaya Rp187 juta,”jelas Edwin mengakui telah sempat memperbaiki Foto Rontgen itu.

“Pada bulan April 2020 ini terjadi kerusakan pada lampu kolimator yang sebelumnya belum pernah di ganti. Sekarang sudah di usahakan untuk mendatangkan teknisi alat dari Jakarta, karena tekait PSBB. Namun ada kendala dari teknisi untuk ke Sijunjung, tapi sampai sekarang masih di usahakan, karena banyak sekali prosedur yang harus di lengkapai,”terang mantan Asisten II Setdakab Sijunjung itu.

Meski begitu, Edwin menyebutkan sudah menghubungi teknisi.

“Beberapa maskapai yang dibolehkan perjalanan bisnis adalah yang berkaitan dengan kemanusiaan, finance dan kedaruratan. Itu juga persyaratannya ketat dan dilokasi harus lapor juga ke Dinkes terkait sistem pesawatnya juga seperti carter bukan seperti biasa, jadi akan dikumpulkan dulu beberapa orang dengan biaya yang ditentukan kemudian,”terang Edwin dalam keterangannya ke dapur redaksi via whatsappnya pada Sabtu (16/5/2020).

Bahkan kata Edwin, pihak RSUD Sijunjung juga telah merencanakan pemebelian baru mobile X-Ray senilai Rp1,6 M melalui pergeseran dana alokasi khusus (DAK) yang diperkirakan datang bulan Juni 2020.

“Alat itu diharapkan datang paling lambat Juni 2020 ini untuk mengatasi masalah pandemi Covid-19 di RSUD,”tambah Edwin.


Foto Rontgen Rusak terkuak saat Jumpa Pers di Media Media Center Gugus Tugas Covid Balairung Sijunjung

Persoalan rusaknya Foto Rontgen di RSUD Sijunjung itu terkuak saat jumpa pers bersama wartawan di Media Centre Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Balairung Lansek Manih pada Jumat (15/5/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, banyak pasien yang berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung, Sumatera Barat, kecewa atas selalu adanya dugaan pasien diduga Covid. Padahal mereka tak ada terjangkit Covid-19.

Taunya terungkap, bahwa di RSUD Sijunjung itu tak berpungsinya Foto Rontgen RSUD Sijunjung itu. Bahkan dua buah Foto Rontigen yang dimiliki RSUD C Plus milik Pemkab Sijunjung itu semua rusak.

Hal itu pun dibenarkan Kabid Pelayanan RSUD Sijunjung, Azmardan.

Akibat rusaknya rontgen RSUD Sijunjung itu, pasien yang dicurigai gejala covid-19 selalu dirujuk ke RS Solok. Rusaknya rontgen milik rumah sakit Sijunjung itu berlagsung sejak 20 April 2020.

“Ya, kedua rontgen yang dimilili RSUD Sijunjung semua rusak,”kata Azmardan ketika itu. Informasi menarik lainnya, malah rontgen yang rusak itu sempat diperbaiki dengan menghabiskan anggaran Rp187 juta.

“Ya, memang sempat diperbaiki, tapi rontgen itu rusak lagi,”tambah Kabid Pelayanan RSUD Sijunjung itu.

Meski demikian, Kabid Pelayanan menyebutkan pihak RSUD Sijunjung sudah berupaya untuk membeli rontgen baru. Namun karena Covid-19 tak ada pihak distributor bisa melayaninya.

Kepala Dinas Kesehatan Sujunjung, Drg Ezwandra, MSc pun tak menapiknya. “Ya, sejak 20 April 2020 lalu rontgen di RSUD Sijunjung sudah rusak,”jelasnya singkat dihadapan wartawan.
tri ep/ius