Sah, Lima Paslon Bupati dan Wakil Bupati Maju di Pilkada Sijunjung Sumatera Barat, Ini Info Lengkapnya

4951

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Suhu politik jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, kian panas. Bahkan saling sikat-sikut pun tak terelakan.

Menariya lagi, ternyata para partai politik (Parpol) yang mengusung kandidatnya maju di pemilihan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati (Bacalbup dan Bacalwabup) di Sijunjung itu tak serta merta mengusung kadernya. Tak jelas apa persoalannya.

Tak percaya? Lihat saja kandidat melalui jalur perseorangan, seperti Endre Saifoel yang merupakan sosok politisi NasDem yang handal berpasangan dengan Nasrul politisi Partai Bulan Bintang (PBB) justeru lebih memilih maju lewat jalur perseorangan.


Endre-Nasrul

“Lewat jalur independen lebih murah dan tak perlu ngeluarkan cosh banyak. Dari pada ngeluarkan cosh untuk Parpol mendingan diberi untuk rakyat, dan membantu rakyat ditengah Covid-19 ini,”ucap Ji Wen begitu Endre Saifoel dipanggil pada Jurnalsumbar.Com suatukali.

Sebelum berencana maju bersama Nasrul, Ji Wen, awalnya akan berpasangan dengan Mendro Suarman (ASN). Kenapa sampai gagal tak tahu penyebabnya. Namun yang jelas hanya merekalah yang tahu.

UHS-IG[/captio

Sementara Paslon lainnya terdapat nama uztad Hendri Susanto berpasangan dengan Indra Gunalan (UHS-IG) yang diusung PKS-PKB. Sebelum berpasangan dengan IG, UHS awalnya berencana berpasangan dengan Liswandi (politisi Demokrat) dan juga berencana berpasangan dengan Arrival Boy (Wabup yang juga politi Partai Golkar). Tak jelas apa penyebab gagalnya maju bersama di Pilkada Sijunjung.

Pasang lain terdapat nama Benny-Radi yang diusung Partai NasDem-PPP-Golkar dan PBB (10 kursi) yang siap dengan semua amunisinya. Pasangan ini tetap solid hingga rencana pendaftaran ke KPU pada Jumat (4/9/2020). Menurut Benny, disetiap Parpol ia mencalonkan diri. Bahkan ia mengaku tak pernah merampas Parpol seperti isu yang berseleweran.

[caption id="attachment_45496" align="alignnone" width="596"] Benny-Radi

“Jadi, isu itu tak benar, mana pula saya ada merampas,”jelasnya jelang menerima SK B1 – KWK Parpol dari NasDem belum lama ini di Padang.

Tak hanya itu, nama Ashelfine-Sarikal yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN)-PDI P dan Demokrat telah memastikan maju di Pilkada Sijunjung.


Ashelfine-Sarikal

“In sha Alloh kita siap maju dan alhamdallah B1.KWK Parpol dari Partai Demokrat sudah kita kantongi dan sebelumnya B1.KWK Parpol PDI P dan dari PAN juga sudah kita siapkan untuk pendaftaran di KPU,”ucap Asfelfine pada Jurnalsumbar.Com sambil memperlihat surat dukungan dari Partai Demokrat selaku penentu dalam pengusungannya maju di Pilkada Sijunjung dengan 8 kursi.

Nama lain terdapat nama Arrival Boy-Mendro Suarman. Politisi Partai Golkar ini awalnya diragukan tidak dapat maju karena tidak didukungan Parpolnya. Apa penyebabnya ia tak dapat dukungan dari Parpol hanya merekalah yang tahu.

Arrival Boy sendiri awalnya akan maju bersama Syafrizal (mantan Kabiro Umum Kemenag RI-red) sebagai Cawabup. Namun ditengah perjalanan Syafrizal mundur lantaran harus mengemban tugas baru diberikan Mentri Agama.

Arrival Boy-Mendro Suarman

Tak beberapa lama kemudian, Arrival Boy dipinang Rizki Abdian Putra untuk maju bersama di Pilkada Sijunjung. Tak jelas apa masalahnya, Arrival Boy pun gagal maju bersama Rizki. Selang beberapa waktu kemudian, Arrival Boy dipinang Partai Gerindra. Bahkan sempat membuat koalisi Gerindra-Golkar. Namun, ditengah perjalanan, ternyata Dewi Fortuna tak berpihak pada Arrivak Boy. Malah DPP Partai Golkar justeru mendukung Benny-Radi untuk maju di Pilkada Sijunjung.

Begitu juga sebelumnya , Sarikal sebagai kader Golkar yang menjadi pendamping Ashelfine mau tidak mau dan suka tidak suka harus menelan pil pahit. Karena Sarikal dan Arrival Boy sama-sama kader yang tak didukung partainya sendiri.

Tapi, PAN-PDI P dan Demokrat justeru menyatakan sikap mendukung dan mengusung Ashelfine-Sarikal sebagai kandidat Cabup dan Cawabup di Pilkada Sijunjung 9 Desember 2020 mendatang.

Sebelumnya, nama Rizki Abdian Putra-Liswandi juga sempat digadang-gadangkan untuk bersama. Namun diakhir perjalanan keduanya pun terhenti.

“Bagi saya maju maupun tidak maju tak masalah. Yang penting bagi saya, pak Mulyadi jadi Gubernur,”kata Liswandi pada Jurnalsumbar.Com suatukali.

Bedahalnya dengan Rizki, jika sebelumnya ia bagai sebagai penantang kandidat lainnya. Kini justeru ia mengaku akan membantu Benny-Radi untuk memenangkan pada Pilkada. Bahkan ia mengaku menyiapkan amunisi untuk kemenangan Benny-Radi.

“Benny itu saudara saya, dan saya harus memenangkannya menjadi bupati dan Radi sebagai Wabupnya. Saya sydah siap dengan “amunisinya” untuk memenangkannya,”kata Rizki menjawab awak media.

Ada yang menarik dari perjalanan perpolitikan di Sijunjung. Jika sebelumnya Partai Perindo memberikan dukungan pada Paslon Benny-Radi sebagai Bacalbup dan Bacalwabup, namun pada 1 September 2020 DPP PERINDO malah membatalkan dan mencabut dukungannya.

Tak jelas, apa penyebabnya, tiba-tiba Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai “Besutan Hary Tanoesoedibjo” PERINDO dua hari jelang akan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sijunjung, justeru mencabut dukungan pada pasangan Benny Dwifa Yuswir, S.STP, MSi-Iraddatullah,S.Pt sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sijunjung.

Tak ada yang menduga jika SK (surat keputusan) DPP Partai PERINDO (Persatuan Indonesia) No.1710-SK-DPP Partai PERINDO itu tentang Pembatalan Persetujuan Benny sebagai Cabup Sijunjung dan Iraddatillah sebagai Cawabup Sijunjung.

Surat tertanggal 1 September 2020 yang ditandatangani Hary Tanoesoedibjo (Ketua Umum) dan Ahmad Rafiq (Sekretaris Jenderal) itu membatalkan SK Pencalonan Benny sebagai Bakal Calon Bupati Sijunjung dan Iraddatillah sebagai Cawabup.

Surat yang telah beredar ketengah publik itu juga menyebutkan; MENCABUT SK DPP Partai PERINDO No.111-SR-DPP-Partai PERINDO/VIII/2020 pada tanggal 13 Agustus 2020, tentang persetujuan Paslon Bupati, Mulai tanggal SK itu diterbitkan.

Tak hanya itu, DPP juga mencabut Pakta Integritas DPP Partai PERINDO tanggal 13 Agustus 2020 dalam seleksi bakal Paslon Cabup dan Cawabup Sijunjung selanjutnya dinyatakan tidak berlaku mulai tanggal itu diterbitkan.

Surat itupun ditembuskan ke; DPW Partai PERINDO Provinsi Sumbar, DPD PERINDO Sumbar Kabupaten Sijunjung dan juga ditembuskan pada Benny-Radi.

Ketua DPD Partai PERINDO Sijunjung, Sasmi Ultriadi pun tak menapik. “Ya, itukan urusan DPP,”ucapnya singkat, pada Jurnalsumbar.Com, Selasa (1/9/2020) via telepon selularnya.

Sementara Benny yang dimintai keterangan pada Selasa (1/9/2020) malam tak bisa banyak komentar. “Ya, kalau mereka (Perindo-red) tak berinteqritas gimana lagi,”ucapnya singkat.ius