Dinilai Rugikan Buruh, Ratusan Aliansi Mahasiswa Pessel Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja Jadi UU

223

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Usai menunaikan Shalat Zuhur, aliansi mahasiswa Pesisir Selatan, (Pessel), Sumatera Barat, menggelar aksi damai di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pessel, Selasa (13/10/2020).

Aksi ini merupakan aksi menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang-undang, yang di ketok palu DPR RI Senin, (5/10/2020).

Dalam aksi tersebut dari pantau langsung kelapangan, sebanyak Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Pesisir Selaran berkumpul di taman Spora dan melanjutkan aksi ke depan kantor DPRD Pessel, Selasa 13 Oktober 2020.

Mahasiswa disambut langsung Kapolres Pessel AKBP Sri Wibowo dan Kodim 0311/Pessel Letkol Inf Gamma Arthadilla Sakt di depan Taman Spora Painan, sebelum menuju kantor DPRD.

Dalam orasinya aliansi mahasiswa mengajak DPRD Pessel sebagai wakil rakyat untuk bersama-sama menolak pengesahan UU Cipta kerja yang dinilai merugikan kaum buruh tersebut.

Sementara itu, Anggota DPRD Pesisir Selatan Jamalus Yatim fraksi Demokrat, didepan mahasiswa mengatakan bahwa DPRD Pessel siap berjuang bersama masyarakat dan mahasiswa untuk menolak UU sapujagat ini.

“Kami DPRD Pesisir Selatan sepakat dan menyiapkan untuk menyurati DPR RI dan Pemerintah pusat tentang penolakan Omnibus Law,” saat didepan mahasiswa waktu orasi.

Saya sangat mendukung atas suara dari mahasiswa aliansi Pessel atas di setujui DPR RI tentang UUD Cipta kerja ini,” ucapnya, dan kami siap bersama masyarakat.

Kordinator aksi Rafi Ariansyah mengatakan kami dari aliansi mahasiswa Pesisir Selatan menolak atas lahirnya undang undang cipta kerja yang tidak berpihak dan merugikan masyarakat,” ucapnya Rafi saat orasi didepan kantor DPRD Pessel.

“Kami akan terus kawal DPRD untuk tetap mendukung kami sebagai mahasiswa menolak Omnibus Law demi kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.R