Gempur Dharmasraya dan Sijunjung, Makmur Hendrik : Felling Saya Fakhrizal Gubernur

361

JURNAL SUMBAR | Padang – Betul betul Cagub luar biasa. Irjen Pol (P) Drs H Fakhrizal, MHum memborbardir habis habisan daerah Sijunjung dan Dharmasraya selama 3 hari 3 malam, sebagai rangkaian tour de aspirasi menjemput keluh kesah calon pemilih di Pilgub Sumbar 2020.

“Iya, saya di Sijunjung dan Dharmasraya dalam tiga hari ini. Insya Allah, hari kamis saya sudah di Padang lagi. Doakan saya sukses,” tulis Jenderal Fakhrizal melalui jaringan WA pribadinya kepada wartawan, Senin malam.

Selama berada di bumi Sumbar paling ujung itu, Jenderal Fakhrizal yang dikawal khusus oleh istri tercinta, Ade Fakhrizal dan tim inti pemenangan Fage Sumbar, tim pemenangan kabupaten dan kota serta koordinator relawan setempat.

Dua kabupaten kaya hasil perkebunan sawit ini adalah daerah kenangan sangat berharga bagi Jenderal Fakhrizal. Sebab di daerah ini dia sempat mendapat cobaan sangat luar biasa, saat masih menjabat Kapolda Sumbar.

Kantor Mapolres Sijunjung saat itu dibakar. Masuk kabar ke Mabes Polri bahwa Mapolres Sijunjung diserang teroris dan akan diturunkan tim densus 88 kesana.

Tetapi Jenderal Fakhrizal menolak statemen itu dan menolak diturunkan tim densus 88 ke Sijunjung. Jenderal Fakhrizal menuntun Kapolres Sijunjung saat itu, AKBP Rudi menangani kasus itu secara profesional dan dia menjanjikan akan membangunkan Mapolres yang lebih bagus lagi.

Alhamdulillah, target itu tercapai. Nama Sumbar tidak terbukti sebagai aktifitas teroris dan kantor Mapolres Sinjunjung dapat dibangun dengan lebih baik lagi.

Tindakan tepat yang diambil Jenderal Fakhrizal pasca terbakarnya Mapolres adalah menyingkirkan puing puing sisa kebakaran dan meminta para perwira dan staf tetap berkantor disitu dengan menyediakan fasilitas kerja baru.

Apa yang ingin disampaikan Jenderal Fakhrizal dari menangani pasca terbakar di Mapolres Sinjunjung? Adalah, bahwa dalam situasi sesulit apapun pelayanan polisi kepada masyarakat tidak boleh terputus. Itu makanya, tanpa menunggu bangunan baru, Jenderal Fakhrizal menugaskan anak buahnya memanfaatkan ruangan kerja yang ada untuk melayani masyarakat.

“Satu hari setelah Mapolres terbakar, besoknya saya sudah perintahkan kapolres untuk segera membuka pelayanan. Sebab masyarakat butuh layanan dari polisi,” kenang Jenderal Fakhrizal, setelah tidak lagi menjadi kapolda.

Terkenang oleh Jenderal Fakhrizal beberapa kejadian lain saat dirinya masih menjabat kapolda. Dia bayangkan jika pada saat itu, tidak bertugas di Sumbar, tentu cara penangannya akan sangat berbeda.

Sebab itulah Jenderal Fakhrizal merasa bersyukur di ujung masa dinasnya, dia sempat menjabat pimpinan Polda Sumbar, di tempat kelahirannya sendiri, sehingga dapat membantu orang kampung sedikit banyaknya. Termasuk satu kisah yang menimpa satu pengusaha di Sijunjung yang diselamatkan Jenderal Fakhrizal asset usahanya, dan itu menjadi kenangan termanis bagi orang Sijunjung terhadap dirinya.

Lepas Kangen

Itu pulalah makanya, pada saat ada momen Tour de Aspirasi Rakyat, sebagai bagian dari program kampanyenya sebagai calon gubernur Sumbar, Jenderal Fakhrizal tidak menyianyiakan kesempatan itu dan memakai waktu 3 hari 3 malam menyusuri kantong kantong calon pemilih di dua kabupaten tersebut.

Karena memang sudah punya nama di Sijunjung dan Dharmasraya, maka tidak terasa sulit bagi Jenderal Fakhrizal berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Banyak para bapak bapak, ibu ibu, anak remaja putra dan putri meminta selfian dengan sang Jenderal.

Bahkan ada satu ibu menyodorkan kepala bayinya ke tangan Jenderal Fakhrizal supaya disentuh, dengan harapan sang anak juga akan menjadi seorang Jenderal kelak. Subhanallah.

Dan satu pemandangan yang membesarkan hati, di setiap kunjungan itu, Jenderal Fakhrizal benar benar di elu elukan sebagai seorang gubernur benaran, karena tidak dipanggil Cagub lagi tetapi langsung Gubernur Sumbar.

Sebenarnya Jenderal Fakhrizal menolak panggilan itu, sebab tidak sesuai dengan kepribadiannya, namun karena panggilan itu datang dari masyarakat maka Jenderal Fakhrizal mengambil sikap mengamini saja dalam hati, setiap ada yang menyebut dirinya gubernur.

Apa komentar tokoh besar, seorang wartawan besar, penulis dan pengarang Novel Terhebat, Makmur Hendrik tentang kiprah politik Jenderal Fakhrizal pada Pilgub Sumbar ini?

Dia menulis komentarnya di laman WAG pendukung Fakhrizal Genius Umar sebagai berikut:
“Saya dari awal beliau jadi kapolda sumbar menyatakan, beliau layak memimpin Sumbar ke depan.

Sebaiknya beliau dibawa bertemu dg:
1. pwi, ikwi
2. purnawirawan & angk.45
3. fkppi, p.p.sila,
4. org pemuda, org wanita lainnya.
salam dan doa, semoga semua upaya diberkahi Allah. Amin YRA 🤲🤲

Subhanallah, ternyata apa yang disarankan oleh Bang Makmur ini sebagian besar sudah dijalankan oleh Jenderal Fakhrizal.

Kenapa bisa ya, dua orang yang berjauhan tempat bisa berpikir sama tentang satu hal.

Inilah yang saya sebut sebagai chamestry pencalonan Jenderal Fakhrizal sebagai Gubernur Sumatra Barat 🙋‍♂🙋‍♀
(Awaluddin Awe/Tim Media Centre Pemenangan Fakhrizal Genius Umar (FaGe) Sumbar)