Hari Ibu Diperingati, Ini Pesan Ketua Bhayangkari Cabang Sijunjung Ny. Lince Andry Kurniawan

478

Potret Ketua Bhayangkari Cabang Sijunjung Saat Pemberian Imunisasi Anak (dokumen.2019/sebelum terjadi pandemi)

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Hari ini, 22 Desember 2020, merupakan peringatan Hari Ibu di Indonesia. Hari Ibu diperingati setiap tahun sejak tahun 1938. Tanggal 22 Desember dipilih sebagai Hari Ibu di Indonesia untuk mengenang momentum 22 Desember 1928, kala pertama kalinya digelar Kongres Perempuan Indonesia.

Gagasan peringatan Hari Ibu ini muncul saat Kongres Perempuan III pada 1938. Tujuan peringatannya adalah memperjuangkan kemerdekaan dan memperbaiki keadaan perempuan Indonesia.

Selain mencetuskan Hari Ibu, Kongres Perempuan III juga membawa isu berupa perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, menghentikan pernikahan dini, serta perdagangan perempuan dan anak. Peringatan Hari Ibu tak hanya ada di Indonesia. Dunia dan sejumlah negara juga melakukan peringatan Hari Ibu, seperti Polandia, India, Malawi, Qatar, dan Thailand.

Dalam Peringatan Hari Ibu tahun 2020 kali ini, Ketua Bhayangkari Cabang Sijunjung Ny. Lince Andry Kurniawan berharap perempuan-perempuan Indonesia sadar betapa berharganya diri mereka.

“Saya berharap perempuan-perempuan Indonesia sadar betapa berharga dirinya. Utamanya karena tidak pernah berhenti merawat perjuangan para perempuan Indonesia di masa yang lalu, dalam gerak sekecil apa pun, yang berarti melebihi apa pun,” ujar Ny. Lince Andry Kurniawan.

Hari Ibu, jelas Ketua Bhayangkari Cabang Sijunjung yang berparas cantik ini, memiliki makna sejarah perjuangan pergerakan perempuan dan bukan sekadar satu hari di mana anak-anak memberi setangkai bunga atau memanjakan para ibu.

“Lebih dari itu, Hari Ibu menjadi kebangkitan kaum perempuan dalam menggalang persatuan dan kesatuan perjuangan yang tidak dapat dipisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia,” tegas Ketua Bhayangkari Cabang Sijunjung.

Ketua Bhayangkari Cabang Sijunjung Ny. Lince Andry Kurniawan mengingatkan, dalam Hari Ibu tahun 2020 terlebih di masa pandemi ini, bukan sekadar diperingati atau dirayakan melainkan harus menjadi momentum perempuan menjadi garda terdepan dan memegang peran sebagai Ibu Bangsa.

Ia juga menyatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, terutama di bidang kesehatan keluarga. Untuk itu, ia mengajak seluruh Pengurus Bhayangkari Cabang Sijunjung sebagai benteng pertahanan keluarga mencegah penularan virus Covid-19 di tingkat keluarga. (Mendrofa/Humas)