Berhasil Sehatkan PDAM, Masa Jabatan Direktur PDAM Tirta Sanjung Buana Sijunjung Resmi Diperpanjang

1383

Didampingi Kabag Perekonomian dan SDA, Suhril,SE dihadapan Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, Doni Novriadi,SH tandatangani fakta integritas dan perjanjian kerja

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Dinilai mampu dan berhasil menjadikan PDAM Sanjung Tirta Buana, dari mangkrak–hingga PDAM Sehat dan Dapat Reward (perusahaan-red), akhirnya Bupati Sijunjung, Drs. H.Yuswir Arifin Dt Indo Marajo, MM memperpanjang masa jabatan Doni Novriadi, SH sebagai Direktur PDAM Sanjung Tirta Buana untuk lima tahun kedepan.

Hal itu tertuang dalam surat keputusan nomor; SK. 188.45/488/KPTS-BPT-2020 tertanggal 29 Desember 2020 yang diperpanjang hingga 29 Desember 2025.

Hal itupun dibenarkan Doni Novriadi, SH, bahwa SK perpanjangan jabatannya sebagai Direktur PDAM sudah dikantonginya.

“In sha Alloh, amanah yang diberikan akan saya laksanakan sebaik mungkin,”ucap mantan Ketua BPC Gapensi Sijunjung itu.

Untuk diketahui, upaya yang dilakukan Direktur PDAM Sanjung Tirta Buana, Doni Novriadi, SH, untuk menjadikan PDAM (perusahaan) yang sehat ternyata membuahkan hasil.

Sejak PDAM itu berdiri selalu mengalami kemerosotan dan mangkrak dan ibarat matisuri. Namun sejak Doni Novriadi,SH, dilantik Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin pada 30 Desember 2016 lalu, sejuta harapanpun tertumpang pada pengusaha muda itu.

Dengan kepercayaan yang diberikan kepada Doni, ia pun mulai membenahi perusahaan milik Pemkab Sijunjung yang ketika itu posisinya tidak sehat alias minus.

“Saat saya terima, pendapatan PDAM minus, dan operasional tidak tertutupi hingga Rp100 juta/perbulannya. Sehingga membuat PDAM Mangkrak dan tak bergerak,” ucap Direktur PDAM Sanjung Tirta Buana, Doni Novriadi, SH, berkisah pada Peminpin Redaksi Jurnalsumbar.Com Saptarius pada Kamis (6/1/2021).

Diakui abang, begitu panggilan akrab Direktur PDAM Sanjung Tirta Buana itu, setelah diamatinya, ternyata pergantian pipa pipa bocor tidak terlaksana dikarenakan minimnya keuangan ketika itu.

“Tunggakan air pelanggan besar dan tak ada upaya menyelesaikannya. Setelah saya pelajari, apa betul yang terjadi dalam tubuh PDAM. Nah, setelah memahami yang terjadi barulah saya ambil keputusan,” terang abang.

Lalu Direktur PDAM Sanjung Tirta Buana, Doni Novriadi, SH, pun melakukan perbaikan pelayanan pada konsumen baik kuantitas dan kualitas seperti yang biasanya masyarakat dapat air sekali dalam dua hari. “Alhamdallah sekarang air sudah mengalir 24 jam secara terus menerus,” terang Doni.

Tak hanya itu, pihak PDAM pun kemudian mendata tunggakan rekening air yang mencapai hampir Rp3 miliar kala itu.

“Setelah layananan ditingkatkan, secara berangsur-angsur, alhamdallah pelanggan pun membayar tunggakan mereka sehingga PDAM pun membaik,” terang Doni lagi.


Ketika PDAM Sanjung Tirta Buana dapat Reward

“Alhamdallah tunggakan untuk sekarang hanya hal yang wajar dan tak ada yang diatas tiga bulan lagi. Dari hasil audit kinerja BPKP Perwakilan Sumbar, PDAM Sanjung Tirta Buana sejak tahun 2018 hingga 2020 dinyatakan sehat, baik managemen dan keuangan per Desember 2020 surplus,” ucap Direktur PDAM Sanjung Tirta Buana, Doni Novriadi, SH itu bangga atas kinerja stafnya.

Bahkan kata, Doni, pada tutup buku 2018 posisi keuangan PDAM surplus dan sangat pantastis. Tak heran ditahun yang sama PDAM Sanjung pun dapat Reward Siddhakarya dari Gubernur Sumbar sebagai perusahaan kualitas dan produktifitas yang baik.

Hebatnya lagi, ditahun 2019, kata Direktur PDAM Sanjung Tirta Buana, Doni Novriadi, SH, perusahaan milik Pemkab yang ia pimpin itu pun dapat kucuran dana segar dari APBN senilai Rp18,5 miliar.

“Pada tahun 2019 kita dapat bantuan dana dari APBN totalnya Rp18,5 miliar. Diantaranya Rp7,5 miliar untuk optimalisasi jaringan Batang Kurimo melalui program BWS Sumatera V, optimalisasi jaringan pipa distribusi Tanah Badantung-Pematang Panjang senilai Rp8 miliar melalui PSPAM Sumbar dan bantuan untuk rumah bersubsidi (MBR) senilai Rp3 miliar,” sebut Direktur PDAM Sanjung Tirta Buana, Doni Novriadi, SH itu berkusah.ius