Muatan Lokal, Ninik Mamak Tanah Datar Ajarkan Adat Minang kepada Pelajar

203

JURNAL SUMBAR | Batusangkar –  Guna melaksanakan pembelajaran Program Niniak Mamak Masuk Sekolah berupa pelajaran adat  bisa kita coba satu jam satu minggu dan dimasukkan dalam pembelajaran muatan lokal, seterusnya diadakan lomba pembelajaran adat tersebut.

Hal itu diutarakan bupati Tanah Datar Eka Putra kepada pengurus LKAAM Tanah Datar saat bersilaturahmi, Selasa (30/3) di rumah dinas Indo Jolito Batusangkar.

Untuk itu Bupati Eka meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menambah jam pelajaran agama di sekolah, karena menurutnya itu penting di samping pembelajaran adat dan mata pelajaran lainnya yang akan mencerdaskan serta melahirkan peserta didik berkarakter.

Bupati Eka mengisahkan pengalaman kecilnya,  ayahnya seorang Datuk (Niniak Mamak/pemangku adat) dan Ibunya warga Aisiyah, saat bupati Eka kecil setiap kali ada wirid Aisiyah, dirinya sering  dibawa Ibunya juga swlalu dibawa ayahnya ke berbagai acara.

Dikatakan Eka, ayahnya dulu sebagai ketua LKAAM di Sijunjung, dan Eka  juga pernah tinggal di rumah Idrus Hakimi Dt Rajo Pangulu, usai shalat Magrib Eka  belajar adat, namun itu belum sempurna dan saat ini terasa begitu pentingnya pelajaran agama, adat dan budaya bagi generasi muda.

Disamping itu, Eka Putra juga akan terus meningkatkan program tahfiz Al-qur’an demi mewujudkan Tanah Datar kabupaten tahfizh yang akan melahirkan para penghafal Alqur’an dan anak-anak Tanah Datar cerdas dan berkarakter kuat.

Seterusnya, Sekretaris LKAAM Tanah Datar Hardi Siswan Datuak Marah Banso mengatakan, dasar usulan program, karena selama ini anak kemenakan dalam pembelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) diajarkan guru sekolah diluar daerah tempat Ia mengajar sehingga tidak mencerminkan Adat Salingka Nagari.

Untuk itu, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, diusulkan betul-betul niniak mamak yang mengajarkan tentang adat Minangkabau kepada peserta didik di sekolah, mengingat Tanah Datar Luhak Nan Tuo  pusat adat dan budaya, sehingga  Tanah Datar terdepan terkait adat dan budaya di Minangkabau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riswandi mengatakan program Niniak Mamak Masuk Sekolah iedang dalam tahap persiapan silabus, kurikulum dan di bidang kebudayaan sudah merupakan kegiatan namun masih terbatas.

Ke depan, ucap Riswandi, pihaknya akan mendorong pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan niniak mamak di nagari di mana sekolah yang berada untuk dijadikan narasumber untuk pembelajaran adat Minangkabau.

Hadir dalam silaturrahmi kepala Kantor Kesbangpol Irwan, Kepala Dinas PMDPPKB Nofendril Dt. Mangkodo Sutan selaku bendahara umum LKAAM Tanah Datar, Pengurus LKAAM Tanah Datar Arisno Dt. Andomo (Wakil Ketua I), Ir. Efendi Dt. Sidubalang (Wakil Ketua IV), Sy. Dt. Majo Indo (Koordinator Bidang Penyelesaian Sako dan Pusako), Hali Salni Dt. Paduko Basa (Koordinator Penyelesaian Tanah Ulayat Nagari), Mustafa Akmal Dt Sidi Ali dan Yan Firman Dt. Angku Basa – habede