Jelang Puasa Ramadhan 2021, Masdan Jadi Tamu Kehormatan Kaum Suku Chaniago Lengayang Pessel

157

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Bentuk wujud syukur kaum suku Chaniago menyambut bulan Ramadhan 2021, kebesaran Zainul Datuak Malintang Bumi di Kenagarian Lakitan Timur, Kecamatan Lengayang Pesisir Selatan melaksanakan tradisi membantai atau memotong seekor sapi.

Bertempat di Kampung Kabun Koto Rawang peristiwa tradisi membantai dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan itu setelah menjadi potongan daging dan diolah menjadi menjadi randang dan gulai lainya dicicipi sekitar 500 orang anak kemanakan rang Chaniago dibawah payung panji Dt Malintang Bumi.

“Hari Sabtu (3/4/2021) malam kami melakukan mengumpulkan Ninik Mamak, Kamanakan, Sumando Bundo Kanduang untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Tujuannya untuk saling memaafkan, menjaga persatuan dan kebersamaan serta mengingatkan kaum pasukuan kami untuk tetap berpartisipasi dan selalu ringan tangan untuk saling membantu, terutama dalam mensukseskan Alek Elok dan Alek Buruak atau kemalangan jika ditimpa musibah,” kata Zainul dalam keteranganya, Ahad (4/3/2021).

Mensukseskan tradisi itu, Zainul mengatakan, pihaknya mengundang khusus anak kemanakanya, Masdan MAg, yang sehari-harinya Kepala Kantor Kemenag di Kabupaten Mentawai.

“Jadi kami menghadirkan Masdan untuk mendorong anak kemanakan kami betul-betul siap menghadapi bulan suci Ramadhan,” ucap Zainul.

Pada kesempatan itu, Masdan mengajak anak kemanakan kaum suku Chaniago, untuk saling membersihkan diri.
.
“Menghadapi bulan yang suci, mestinya menyiapkan diri secara lahir dan bathin, sehingga bisa memperbanyak ibadah pada bulan yg penuh Berkah, dibulan yg pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT, khusunya bagi hamba yang rajin ibadah, bulan yang penuh ampunan didalamnya terdapat malam kemuliaan Lailatul Qadar yang harus kita raih dengan ibadah yang penuh keikhlasan,” papar Masdan saat diminta untuk menyampaikan pengarahan.

Masdan mengatakan, adanya pertemuan seperti ini, kesempatan para mamak kaum suku Chaniago menjaga Anak kemanakanya atau generasinya, agar jadi anak yg saleh dan terhindar serta terbebas dari degradasi moral.

Sebelum makan bersama, usai sambutan dan pengarahan dari berbagai tokoh kaum suku Chaniago diakhiri dengan saling memaafkan dan diakhiri dengan makan bersama dari daging hasil pemotongan seekor sapi pada siangnya.

Pada kesempatan doa bersama sekitar 500 rang Chaniago Lengayang Pessel itu berharap diberi kesehatan, diberi kekuatan iman, diberi rezeki yang berlimpah ruah, baik yg turun dari langit, maupun yangg keluar dari Bumi dan diberikan kedamaian oleh Allah, serta berharap diberi keselamat dari virus Corona.agusmardi