Rugikan Negara Hingga Miliyaran Rupiah, Kejari Sijunjung Sidik Dugaan Korupsi ADD dan ADN Nagari Timbulun 2016-2017

1310
Kajari Sijunjung

Tim Penyelidik Kejari Sijunjung naikkan status dari Penyelidikan ke Tingkat Penyidikan  perkara dugaan tindak pidana korupsi Pengelolaan Alokasi Dana Desa dan Dana Nagari pada Nagari Timbulun Tahun Anggaran 2016 sampai dengan  Tahun Anggaran 2017  
 
JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Tim Penyelidik Kejaksaan Negeri Sijunjung  meningkatkan status perkara adanya dugaan tindak pidana korupsi  Pengelolaan Alokasi Dana Desa dan Dana Nagari pada Nagari Timbulun Tahun Anggaran 2016 sampai dengan  Tahun Anggaran 2017 dimana dalam Anggaran Pendapatan Belanja Nagari Timbulun telah dialokasikan   ADD dan DN tahun 2016 sebesar Rp1.599.867.300,- (satu milyar lima ratus Sembilan puluh Sembilan juta delapan ratus enam puluh tujuh ribu tiga ratus rupiah) dan tahun 2017 sebesar Rp1.770.251.984,- (satu milyar tujuh ratus tujuh puluh juta dua ratus lima puluh satu ribu sembilan ratus delapan puluh empat rupiah)  dari Penyelidikan dan  telah dinaikkan ke tahap Penyidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri  (Kajari) Sijunjung Efendri Eka Saputra, S.H., M.H,   mengatakan, penyidik telah meningkatkan status penyelidikan ke tahap penyidikan pada hari ini Jum’at  tanggal 05  Nopember 2021 setelah digelar ekspose yang bertempat di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Sijunjung yang diikuti oleh Tim Penyelidik dan Para Jaksa Fungsional serta Calon Jaksa.

“Sekarang sudah dik (penyidikan), yang dulu lidik (penyelidikan),” kata Efendri Eka Saputra.

Sebelumnya Tim Penyelidik Kejari Sijunjung telah meminta keterangan terhadap pihak-pihak terkait baik itu pengurus Nagari Timbulun dan pihak-pihak lainnya yang terkait termasuk tim Inspektorat Kab.Sijunjung dan total yang sudah diminta keterangan  yang berjumlah lebih kurang sebanyak 18 (delapan belas) orang yang mana telah dimulai proses penyelidikannya berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung Nomor: PRINT-02/L.3.20/Fd.1/10/2021 tanggal 14 Oktober 2021.

Kajari bersama para Kasi Kejari Sijunjung bahas soal penyedikan

“Bahwa saat ini, tim Penyidik Kejari Sijunjung telah menemukan adanya indikasi pelanggaran hukum dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa dan Dana Nagari pada Nagari Timbulun Tahun Anggaran 2016 sampai dengan Tahun Anggaran 2017.

Sementara ini, Tim Penyidik menemukan potensi kerugian keuangan negara lebih dari Rp.300 juta rupiah yang dikelola oleh Perangkat Nagari Timbulun berupa adanya kegiatan yang fiktif dan tidak ada laporan pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana tersebut serta terdapat pajak yang dipungut akan tetapi tidak disetorkan ke kas negara.

Bahwa dengan telah dinaikkan statusnya dari Penyelidikan ke Penyidikan dalam perkara ini maka Tim Penyidik dan akan segera melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi dan melakukan pengumpulan alat bukti  guna menemukan siapa tersangkanya. Ujar Kajari. rilis kjrisjj/eriyanto