Cerita Lapau di Sekretariat IKWAL Kota Padang, Bahas Unju Rasa Mencopot Camat hingga Penguatan Kepemimpinan Nagari di Lengayang

257

JURNAL SUMBAR | Padang – Sejumlah warga Ikatan Keluarga Wilayah Lengayang (IKWAL) Kota Padang dan pengurus berkumpul dalam dialog lapau di Sekretariat IKWAL depan Bank BTN Padang, Rabu (19/1/2022).

Cerita Lapau di Sekretariat IKWAL Kota Padang itu tidak terlepas dari institusi sosial dalam konsenp budaya Minang, mulai dari persoalan sebagian warga Lengayang yang berunjuk rasa meminta Bupati mencopot Camat Lengayang Jamalus, SPd dan persoalan yang berkaitan dengan kehidupan ekonomi dan hukum.

Dialog semakin seru ketika lebih fokus membahas upaya memaksimalkan kepemimpinan nagari di Kecamatan Lengayang. Yasmardi, SH, salah seorang Ninik Mamak yang berprofesi sebagai pengacara itu mengungkapkan beragam problematika kepemimpinan nagari yang butuh perhatian bersama dalam penguatan implementasi ABS-SBK.

Dinilai Memicu Konflik, Masyarakat Desak Oknum Camat Lengayang Pessel Mundur

Yasmardi mengulas mengenai ditingkat nagari, disamping jalur struktural adat “Nagari-Suku-Kaum”, masih ada jalur fungsional ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai yang sangat berkepentingan dalam dengan implementasi ABS-SBK.

Dikatakannya, jalur fungsional antara ninik mamak, alim ulama dengan cadiak pandai adalah jalinan tiga unsur yang disebut “tigo tungku sajarangan.

“Sehubungan dengan itu, IKWAL Kota Padang perlu bersinergi dengan anggota DPRD Pessel yang berasal dari Kecamatan Lengayang Musyawarah Tigo Tungku Sajarangan untuk mengantisipasi perkembangan era digital dimasa mendatang,” harapnya.

Ia juga mengulas nagari di Minangkabau tempo doelu yang persis sama dengan 3 macam unsur negara. Kalau negara mempunyai rakyat, maka nagari punya anak nagari. Kalau negara punya wilayah maka nagari punya ulayat. Kalau negara punya pemerintahan, maka nagari punya kerapatan.agusmardi