Hadiri Rakernas APKASI ke-XIV di Bogor, Ini Harapan Bupati Sijunjung Benny dan Ketum APKASI

292

JURNAL SUMBAR | Bogor – Bupati Sijunjung, Sumatera Barat, Benny Dwifa Yuswir, S.STP.MSi, yang juga Wakil Sekjend Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), pada Sabtu (18/6/2022) hadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XIV APKASI di Hotel Pullman Bogor.

Rakernas itu sendiri dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Watipo yang baru saja dilantik Presiden Jokowi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor serta Ketua APKASI Sutan Riska Tuanku Kerajaan (Bupati Dharmasraya-red) juga hadir.

Ketua Umum APKASI Sutan Riska Tuanku Kerajaan, dalam sambutannya mengatakan tema Rakernas APKASI kali ini, kita mengkalaborasikan antara pemerintah daerah dengan pusat untuk menyongsong KTT G20 dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Ketum APKASI Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyampaikan sambutannya

“Dengan semangat Kolaborasi kita sukseskan KTT G20 dan kita percepat pemulihan ekonomi nasional yang hampir dua tahun ini morat marit akibat pandemi, ” jelasnya.

Kata Bupati Dharmasraya ini, satu tahun kepengurusan APKASI periode 2021-2026, pihaknya telah melaksanakan 34 kegiatan besar baik itu kegiatan bersifat advokasi, penguatan kapasitas daerah, peningkatan ekonomi lokal dan kegiatan yang bersifat sosial telah dilaksanakan.

Hubungan yang baik kita dengan Kementrian Dalam Negeri terutama dengan Pak Menteri, beberapa kegiatan dan kebijakan yang ada didaerah mampu kita bawa ke pusat untuk disampaikan ke Pak Presiden bahkan pak Menteri memberikan perhatian khusus kepada APKASI, ” tegasnya.

Sutan Riska juga menjelaskan, saat dirinya dan korwil turun ke daerah daerah seluruh Indonesia, ada beberapa persoalan yang dibawa untuk nanti dibahas di rakernas seperti Peraturan Pemerintah nomor 49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja terkait dengan Penghapusan Pegawai Honor.

“Kami mohon nanti masukan kepada bapak Men-PAN dan bapak Presiden untuk ditunda supaya nanti ini tidak menjadi masalah di kabupaten seluruh Indonesia,”ungkap Bupati Dharmasraya itu.

Peserta Rakernas APKASI

Selain itu, kata Sutan Riska, yang menjadi isu dalam beberapa tahun yang belum terealisasi adalah bentuk komitmen dari Kepala Daerah dengan para Mentri.

Kami juga telah mengundang beberapa mentri namun tidak bisa hadir. Kami berharap pertemuan APKASI ini adalah pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di daerah dengan pemerintah pusat, ” jelasnya.

APKASI, kata Sutan Riska, akan selalu ada untuk memberikan solusi dan saran, supaya aturan-aturan tidak bertabrakan dan menjadi permasalahan yang berkelanjutan.

“Kami mohon kepada bapak mentri untuk memberitahukan kepada teman sejawat (di kementerian) agar bisa berkolaborasi dengan Apkasi, ” tandasnya.

Potret Rakernas APKASI dalam bidikan lensa (ist)

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Ketum APKASI yang juga Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan para pengurus APKASI yang telah menginisiasi rakernas XIV ini.

“Bahas saja beberapa konsep dan tawaran yang ingin disampaikan ke pak Presiden, nanti bersama kita sampaikan. Konsep harus jelas dan terarah, ” jelasnya.

Senada dengan Sutan Riska, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir menyebutkan, tema dalam rapat nasional tersebut yakni “Dengan Semangat Kolaborasi, Kita Sukseskan KTT G20 untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional yang Kuat dan Berkelanjutan”. 

Melalui Rakernas tersebut Bupati Sijunjung, yang juga alumni STPDN itu mendukung langkah pemerintah pusat sebagaimana yang dipesankan Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian yang meminta seluruh pemerintah daerah mengalokasikan 40 persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD untuk belanja produk atau jasa dari pelaku UMKM.

“Di Sijunjung kita minta Sekdakab cepat menindaklanjuti agar seluruh OPD patuh untuk dilaksanakan, ini perintah Presiden demi memulihkan ekonomi lokal kita,“ mantan Kepala Bapppeda Sijunjung itu.

Ditambahkan orang nomor wahid di Ranah Lansek Manih itu, bahwa alokasi APBD untuk belanja dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat penting dalam mendorong perekonomian.

“Ini peluang untuk para pelaku UKM lokal kita, pemerintah harus membantu memastikan produk mereka masuk e-katalog” ucap Bupati Milenial itu.

Sementara terkait pembahasan lainnya yang sedang panas dibicararakan hampir semua kepala daerah yaitu rencana penghapusan tenaga honorer.

Benny Dwifa Yuswir juga berpandangan sama dengan Mendagri jangan sampai menimbulkan polemik apalagi konflik, maka perlunya pemetaan dan pertimbangan lainnya sampai menemukan solusi kongkrit. 

“Terus terang ini bukan masalah sederhana karena menyangkut ratusan orang yang saat ini bekerja di lingkungan Pemkab Sijunjung,” tegas Benny.

Jelang Rakernas berlangsung, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir sempat foto bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Bersama Kepala Daerah se-Indonesia, Benny Dwifa Yuswir, masih mengikuti jalannya Rakernas dalam sesi diskusi panel dan tanya jawab dengan tiga orang narasumber dari Kepala LKPP Abdullah Azwar Anas, Staf Ahli bidang Politik & Hukum Kementerian PANRB Muhammad Imanuddin serta Kementerian ESDM Sekretaris Ditjen Mineral dan Batubara Iman Kristian Sinulingga kala itu.

“Melalui APKASI kita berharap dapat merumuskan kebijakan program kerja serta menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat mendorong peningkatan kolaborasi dan kapasitas seluruh kabupaten di Indonesia. Tentu terhadap kondisi yang berbeda dalam melayani masyarakat untuk percepatan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Benny.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sijunjung, kami juga mengucapkan selamat HUT buat APKASI. Semoga terus kompak secara internal, serta bisa membangun hubungan baik dengan semua pihak,”harap Bupati Benny.*