Menuju UGG, Pemkab Sijunjung Gandeng ITB Lakukan Kajian Geologi di Geopark Silokek

413

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Upaya Pemkab Sijunjung untuk menjadikan Geopark Silokek sebagai destinasi wisata dunia dan berada di bawah UNESCO sudah di depan mata. Bahkan Geopark Silokek ditargetkan akan tergabung ke dalam UNESCO Global Geopark (UGG) menjelang tahun 2024 mendatang.

Pemanfaatan kawasan (Geopark) dalam rencana pembangunan daerah berkelanjutan yang dikemas Pemkab Sijunjung sejak beberapa tahun terakhir terus dimaksimalkan. Hal itu dibuktikan dengan masuknya Geopark Silokek dalam nominasi daerah yang akan diakui oleh UNESCO selama dua tahun berturut-turut.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa menjelaskan bahwa, Kawasan Geopark Silokek meliputi delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Sijunjung. “Konsep geopark ini mencakup pembangunan daerah secara menyeluruh, seluruh kecamatan akan termasuk di dalamnya. Bukan pada satu titik saja, karena disana ada program peningkatan ekonomi kreatif, UMKM dan sebagainya,” tutur Bupati.

Pemkab Sijunjung mengupayakan agar Geopark Silokek ini menjadi sebuah destinasi yang diakui dunia. “Ini merupakan salah satu konsep pembangunan daerah secara berkelanjutan, yang nantinya mampu menjadi ikon bagi Kabupaten Sijunjung,” ujar Benny Dwifa.

Dijelaskan Benny, hadirnya Geopark Silokek bukan hanya sekedar tempat wisata yang instan ataupun bersifat musiman saja. “Persiapan dan pembenahan terus kita lakukan, dan kini kita targetkan Geopark Silokek bisa tergabung dalam UNESCO Global Geopark. Artinya, dunia pun mengakui Geopark Silokek, mengakui Sijunjung,” ungkap Bupati.

Pemkab Sijunjung kini tengah melakukan Focus Grup Discussion (FGD) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) tentang kajian geologi yang ada di Geopark Silokek. “Sebelumnya tim dari ITB telah melakukan penelitian terkait geologi di Silokek, dan sekarang dibahas dalam FGD, memaparkan hasil penelitian,” terang Benny Dwifa.

Pada kegiatan FGD bersama Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut diikuti langsung oleh Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, Sekda Dr.Zefnihan, Kepala Bappeda Yuni Elviza, Kadis Parpora Afrineldi dan Ketua BP Geopark Ranah Minang Silokek.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sijunjung, Afrineldi menambahkan bahwa penilaian terhadap Geopark Silokek terus meningkat setiap tahunnya. “Kita sudah dua kali mengajukan Silokek agar bisa tergabung dalam UNESCO Global Geopark. Pada tahun 2021 kemarin kita berada di posisi kelima dari seluruh daerah yang mengajukan secara nasional. Tahun ini kita berada di posisi ketiga,” paparnya.

Meski demikian, lanjut Afrineldi, Geopark Silokek mengalami peningkatan penilaian. “Kita terus berbenah, karena memang kita akui masih minim dalam hal kajian geologi, ekologi dan nilai sejarah ataupun budaya. Jadi FGD yang kita gelar bersama ITB kali ini untuk kajian geologi,” sebut Kadis Parpora Sijunjung. Pada Kamis (15/9/2022).

Kedepannya, Pemkab Sijunjung juga akan melakukan kajian secara ilmiah terkait ekologi atau ekosistim flora dan fauna serta nilai sejarah dan budaya yang ada di Geopark Silokek.

“Kajian terhadap tiga aspek tadi harus ada dan dilakukan secara ilmiah. Jika ini sudah kita miliki, InsyaAllah pada pengajuan tahun selanjutnya atau tahun 2024 mendatang Geopark Silokek sudah tergabung ke dalam UNESCO Global Geopark Ranah Minang Silokek,” jelas Afrineldi.

Pihaknya meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar bekerjasama untuk mewujudkan hal tersebut. “Tanpa kerjasama dan dukungan semua pihak tentu saja ini tidak akan berjalan lancar. Geopark ini merupakan sebuah konsep pembangunan secara menyeluruh, bukan hanya untuk satu titik saja. Dimana nantinya akan berdampak bagi seluruh kecamatan di Kabupaten Sijunjung,” katanya menambahkan.rilis kominfo