Muhayatul : Peran Guru TPQ Menentukan dalam Mencetak Generasi Qurani

183

JURNAL SUMBAR | Padang – Taman Pendidikan Alquran (TPQ) merupakan bagian dari Lembaga Pendidikan Alquran yakni jenis pendidikan agama nonformal yang bertujuan agar peserta didik mampu membaca, menulis, menghafal, dan mengamalkan kandungan Alquran.

Bukan hanya itu peserta didik diajarkan pula mengenai dasar-dasar dari aqidah, syariah, akhlak dan ubudiyah dengan harapan hadirnya lembaga ini mampu mencetak generasi Qurani.

Untuk mencapai itu semua tentu lembaga ini harus memiliki guru yang berkapasitas dan berkualitas tinggi. Oleh karena itu, tentu ditindaklanjuti dengan memberikan berbagai pelatihan kepada guru TPA.

“Semoga pelatihan guru TPA/MDTA ini dapat diikuti dengan serius sehingga paham dan diterapkan dalam proses belajar mengajar di masing-masing TPA/MDTA,” kata Ketua Fraksi PAN DPRD Sumbar Muhayatul saat memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Guru TPQ/MDTA se- Sumatera Barat di Padang, Rabu (29/9/2022).

Dalam kesempatan itu, mantan
Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbar ini menjelaskan pula, baik buruknya generasi muda tidak hanya ditentukan oleh guru, melainkan tanggungjawab semua pihak dan yang penting adalah kesungguhan generasi muda itu sendiri dalam mengisi kapasitasnya. Dan ini akan menjadi faktor penentu maju atau mundurnya bangsa di masa mendatang.

“Jadi keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung dengan guru saja, kesungguhan niat dan semangat para peserta didik tentunya harus selalu dirawat agar mereka istiqomah dalam menuntut ilmu. Selain itu, hal yang tidak bisa diabaikan adalah peran orangtua. Kepedulian orangtua menjadi suatu keharusan,” kata Sekretaris DPW PAN Sumbar ini.

Salah satu peserta pelatihan Bapak Syafridodi dalam kesempatan itu menyampaikan dia bangga punya wakil rakyat seperti Pak Muhayatul ini yang berfikir konfrehensif untuk membangun SDM masyarakat di bidang pendidikan terutama pendidikan agama.
“Saya sebagai perwakilan peserta mengucapkan terima kasih atas perjuangan Pak Muhayatul yang selalu mendukung dan memperhatikan kami,” ucapnya.

Pelatihan sendiri berlangsung tiga hari (29/9-1/10) dengan jumlah pesertanya 95 orang. Rilis