IKPS Rengat Bangun as-Shiddiq

Laporan Wendi

200

Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar sempat minta maaf kepada Bupati Indragiri Hulu, Rezita Meylani Yopi, saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus IKPS Inhu di Rengat, Selasa malam (16/11).

Tersebab karena Bupati telah lancang meresmikan mushala as- Shiddiq yang dibangun atas inisiasi dan donasi para warga Inhu asal Pesisir Selatan.

Tentu permintaan maaf itu hanyalah sebagai bentuk ungkapan betapa berharganya sarana ibadah yang telah dibangun secara urunan atas kebersamaan dan kekompakan warga.

Mereka rela menyisihkan sebagian dari pendapatan mereka untuk keperluan sarana ibadah yang sekaligus akan berfungsi sebagai tempat mereka berkumpul dan mengadakan silaturahmi.

Permintaan maaf Bupati tersebut sebagai bentuk peringatan dini agar tidak ada yang menyalah artikan eksistensi sarana ibadah yang dibangun oleh perantau Pessel tersebut. Karena memang tidak ada maksud ekslusif.

Eksistensi sarana ibadah tersebut bukan hanya diperuntukan untuk warga IKPS saja tetapi dihibahkan kepada seluruh warga dan lingkungan tempat mushala itu berdiri.

Hal ini untuk menghindari salah paham warga lain, sehingga keberadaan as- Shiddiq betul-betul sebagai sarana ibadah dan tak membawa sekat-sekat apapun, termasuk asal-usul keturunan.

Seperti jamak dilakukan komunitas perantau lainnya, bahwa ketika hidup terus berjalan, janji dan kewajiban pada Tuhan Yang Esa tak akan pernah luntur.

Agaknya seperti yang dilakukan Ikatan Keluarga Minang Saiyo Provinsi Bali yang ternyata sudaj sejak lama menghadirkan sebuah mesjid megah ditengah keberagaman budaya dan keyakinan masyarakat Bali.

Maka kawan-kawan IKPS khususnya di seputaran Rengat atau Inhu juga punya semangat menggebu untuk menghadirkan rumah ibadah dilingkungan mereka.

Bahkan menurut Yusma Joni, Ketua IKPS Inhu/Rengat semangat untuk membangun rumah ibadah dengan nama as-Shiddiq akan terus dilakukan, mulai dari as-Shiddiq 1, as-Shiddiq 2 dan seterusnya.

Bahkan setelah peresmian mushala as-Shiddiq 1 yang selesai 100% hingga bisa digunakan, dilokasi yang lain, sekitar Air Molek, 20 km dari lokasi pertama juga sedang dikerjakan pembangunan as-Shiddiq 2, juga dilihat dan ditinjau langsung Bupati Rusma.

Penamaan as-Shiddiq baik menurut Yusma maupun Burhanuddin seorang tokoh dan sesepuh IKPS yang tinggal di Airmolek mengaku akan hadir banyak sekali as-Shiddiq diberbagai kecamatan di Inhu.

Karena menurut Yusma Joni, jumlah warga Inhu asal Pessel jumlahnya signifikan mencapai lebih dari 1200 kk atau 5000 jiwa.

Artinya dengan anggota sebanyak itu dan mereka menyebar di 14 kecamatan di Inhu dan 200 desa/kelurahan.

Tentu, as-Shiddiq yang akan tumbuh diberbagai tempat di Inhu menjadi warna baru penamaan rumah ibadah, mudah dikenali dan kehadirannya bak nama minimarket seragam yang hadir disepanjang jalan lintas Pekanbaru- Inhu dan banyak tempat lainya di Nusantara ini.

Menurut penulis penamaan sama pada mushala/mesjid yang dibangun oleh warga Inhu asal Pessel itu akan sangat menarik dan dilain pihak akan jadi merekat seluruh warga, dan akan menjadi kebanggan bersama untuk mengisinya sekaligus menjaga dan membawa tanggungjawab memelihara.

Agaknya, kata maaf Bupati Rusma Yul Anwar sebagai bentuk ‘rasa’ kuatir kalau-kalau ada nanti pihak yang mengartikan lain keberadaan sarana ibadah yang dibangun. Karena kehadiran rumah ibadah itu memang akan difungsikan disamping untuk ibadah, juga untuk berembuk, berdiskusi tentang problem hidup, menggali nilai-nilai budaya leluhur atau terkait dengan banyak hal sebagai warga Inhu yang berkontribusi positif bagi kemajuan daerah.

Artinya Bupati Rusma Yul Anwar dengan haqqul yakin tidak akan mencampuri persoalan kedaerahan antara warga Inhu asal Pessel karena kewenangan itu murni kewenangan Pemda setempat.

Hanya saja, sebagai perantau Pessel ikatan hati antara warga Inhu dengan tanah leluhurnya tak akan lekang oleh panas.

Beberapa tahun kedepan, jika ada sumur diladang, boleh kita menimpang mandi, kalau kesempatan dan kesehatan serta umur masih diberkahi maka kita akan dijumpai puluhan musala atau mesjid yang bernama as-Shiddiq dan dipastikan itu brand membanggakan warga Pesisir Selatan di rantau di Rengat Indragiri Hulu.

Penulis adalah pejabat Pemkab Pesisir Selatan.