Jelang Bulan Suci Ramadhan, Pemkab Sijunjung Tekan Laju Kenaikan Harga Pangan, Ini Laporannya

Jurnal Sumbar

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung, Sumatera Barat, dibawa pimpinan Benny Dwifa Yuswir, STP,M.Si – H. Iradatillah, S.Pt (Bupati-Wabup-red) terus berupaya menekan kenaikan harga pangan yang cenderung meningkat akhir-akhir ini, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan Maret 2024.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Sijunjung, David Rinaldo,S.STP, selaku jurubicara Pemkab Sijunjung, Kamis (29/2/2024).

“Adapun usaha Pemkab Sijunjung dalam menyikapi harga pangan, terutama harga beras yang meningkat diantaranya memantauan harga dipasar yang berada pusat ibu kota kabupaten seperti pasar Inpres Muaro dan pasar  Sijunjung serta  pasar lainnya  di ibu Kota  Kecamatan.

David Rinaldo, S.STP, Kadis Kominfo Sijunjung

Mengutig keterangan Kadis Dagperinkop UKM Sijunjung Ir. Yulizar, M.Pd, David Rinaldo menjelaskan, bahwa secara umum harga beras mengalami kenaikan sejak  dari bulan Januari 2024.

“Sebelumnya harga beras medium di Sijunjung Rp.13.500.-/kg dan kini menjadi 15.000 /kg,”jelasnya.

“Sedangkan untuk beras Premium sebelum kenaikan Rp.16.000 / kg setelah kenaikan menjadi Rp.16.500 / kg. sampai dengan sekarang. Untuk saat ini ketersediaan beras ditingkat pasar cukup tidak ada kelangkaan dan supply mencukupi untuk memenuhi setiap permintaan konsumen di tingkat pasar,”terang mantan Camat Kamangbaru itu merilis keterangan Kadis Dagprinkop UKM.

“Kita akan selalu senantiasa secara rutin memantau perkembangan harga pasar serta melaksanakan upaya konkret pengendalian guna menekan laju peningkatan harga,”tutupnya.

Senada dengan itu, Kadis Pangan dan Perikanan Adri melalui Jurubicara Kadis Kominfo Sijunjung itu, menjelaskan ketersediaan hasil panen masyarakat saat mencapai 2.750 Ton. “Sehingga Sijunjung surplus, Insyakallah ketersediaan beras untuk Sijunjung dapat dipenuhi,”jelasnya.

PERANTAU SIJUNJUNG

“CPPD (Cadangan Pangan Pemerintah Daerah) kita pada saat ini adalah 24, 85 Ton, dan ini dapat digunakan disaat terjadinya kelangkaan pangan terutama beras,’’papar mantan Kepala Kantor Kesbangpol Limas Sijunjung itu.

Terkait dengan 11 bahan pokok lainnya, kata David, tidak terjadi gejolak harga yg tinggi, dan jika terjadi gejolak harga 11 bahan pokok Dispaperi siap melakukan operasi pasar murah bersama Bulog, Toko Tani Indonesia dan BUMN Pangan.

“Gejolak harga bahan pangan juga dipengaruhi oleh distribusi pangan yang kurang lancar, dan kita siap kerjasama dengan  Perhubungan dan Polri dan hal memperlancar distribusi pangan ke Sijunjung. Kenaikan pangan saat ini tidak berdampak terhadap daya beli masyarakat dan Alhamdilillah masih stabil,”tutupnya.

Begitu juga Kadis Pertanian Sijunjung, Ir. Ronaldi melalui Kadis Kominfo, menjelaskan, langkah-langkah untuk antisipasi kelangkaan pangan jelang ramdhan dan lebaran 2024, diantarnya melakukan upaya percepatan tanaman serentak karna saat ini curah hujan cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan air sawah.

“Memastikan pupuk tersedia di kios-kios pengencer utk memenuhi kebutuhan petani, Melakukan upaya pengendalian hama dan penyakit secara cepat dan tuntas. Untuk saat ini kondisi sawah di Sijunjung hampir 90 persen sawah sudah tanam,”terang Kadis Pertanian seperti dikutif Kadis Kominfo Sijunjung.

Selain itu, kata dia, ada juga yang sudah berumur tanaman satu sampai dua bulan dan diperkirakan dua bulan kedepan sudah banyak panen.

Pemkab Sijunjung menghimbau kepada masyarakat Sijunjung untuk dapat cermat dalam memilah kebutuhan,penuhi kebutuhan primer atau pokok terlebih dahulu,termasuk didalam nya kebutuhan sekolah dan pendidikan setelah itu baru kebutuhan sekunder dan seterusnya.

Sebagai Catatan hari-hari Pasar di Kabupaten Sijunjung, Senin Pasar Tanjung Ampalu, Selasa Pasar Padangsibusuk, Rabu Pasar Lubuktarok, Kamis Pasar Sijunjung dan Kamangbaru, Jumat Pasar Taratak Tanjung Gadang dan Sabtu Pasar Tanjung Gadang. ven/rilis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.