KONI dan Pemkot Sawahlunto Bahas Soal Persiapan Porprov Bersama Walikota 

Ketua KONI dan Walikota Sawahlunto membahas kesiapan dalam menghadapi Porprov Sumbar 

JURNAL SUMBAR| Sawahlunto – Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menerima audiensi Ketua dan jajaran pengurus KONI Sawahlunto di Rumah Dinas Wako, membahas hasil rapat koordinasi KONI kabupaten/kota se-Sumatera Barat bersama KONI Provinsi terkait persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Ketua KONI Sawahlunto Jhon Reflita menyampaikan perkembangan terbaru hasil koordinasi dengan KONI Provinsi Sumatera Barat, termasuk skema penunjukan tuan rumah dan kesiapan masing-masing daerah dalam mendukung penyelenggaraan cabang olahraga (cabor).

Ketua KONI Jhon Reflita, memaparkan kesiapan Sawahlunto menghadapi Porprov Sumbar

Ketua KONI Sawahlunto, Jhon Reflita memaparkan bahwa apabila Kota Sawahlunto ditetapkan sebagai tuan rumah sejumlah cabang olahraga, maka diperlukan anggaran pendukung yang cukup besar untuk penyelenggaraan, mulai dari sarana prasarana, operasional, hingga dukungan teknis lainnya. Sementara itu, kondisi fiskal daerah saat ini dalam keadaan masih terbatas.

Menurut pandangan KONI Sawahlunto, dalam situasi tersebut anggaran yang tersedia lebih efektif dioptimalkan untuk pembinaan atlet, sehingga peningkatan prestasi menjadi prioritas utama. Namun, apabila tetap ditunjuk sebagai tuan rumah, KONI mengusulkan agar Sawahlunto cukup menjadi tuan rumah satu cabang olahraga strategis seperti road race, yang dinilai berpotensi menarik keramaian dan memberikan multiplier effect ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan Pemko bisa menyiapkan dua opsi. Pertama ; Pemerintah Kota Sawahlunto dapat menyampaikan surat pernyataan kesediaan menjadi tuan rumah dengan catatan adanya dukungan anggaran atau dana sharing dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Suasana Rapat KONI dan Walikota Sawahlunto mempersiapkan Porprov Sumbar

Apabila tidak terdapat skema pendanaan bersama, maka opsi kedua adalah Sawahlunto cukup menjadi tuan rumah satu atau dua cabang olahraga yang tidak memberatkan anggaran daerah, khususnya cabor yang fasilitasnya telah tersedia memadai di Sawahlunto serta memiliki potensi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pertemuan tersebut menyepakati komitmen untuk melakukan kajian lebih lanjut secara teknis dan fiskal sebelum mengambil keputusan final, dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara prestasi olahraga dan kemampuan keuangan daerah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.