Angka Stunting Kabupaten Masih Tinggi, Angka Stunting Di Kecamatan Lubuktarok Sijunjung Turun

Terlihat ibu-ibu balita rajin membawa anaknya ke posyandu. 

JURNAL SUMBAR| Sijunjung – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, Harry Oscar Hidayat, S.STP., M.Si., mengakui angka stunting di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat masih tinggi.

Namun, kata Oscar, panggilan akrab Kadis Kesehatan Sijunjung itu, jika dibanding sebelumnya persentasenya turun.

Kadis Kesehatan Sijunjung, Harry Oscar Hidayat, S.STP, M.Si., 

Disebutkannya, Survei nasional yang menjadi rujukan utama dalam upaya percepatan penurunan stunting, ini mencatat penurunan prevalensi stunting nasional.

“Dulu sempat mencapai 28%, Alhamdulillah sekarang ada penurunan. Namun itu tergolong masih tinggi jika dibanding angka stunting nasional menjadi 14,2% sesuai harapan pemerintah,”kata mantan Sekretaris Bappeda Sijunjung itu.

Karena ditentukan SKI > survey kesehatan indonesia,  SSGI> survey status gizi indonesia dan EPPGBM > Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyaraka serta EPPGBM adalah hasil penimbangan bayi dan balita.

Sementara Sekretaris Dinas PPKB Sijunjung, Hendri Nurka, M.Si., menyebutkan, dinasnya khusus menangani resiko stunting.

“Data terakhir balita beresiko stunting ada kisaran 11 ribu balita,”jelasnya pada Jurnalsumbar.Com, via telepon selulernya, Jum’at (19/6/2026).

 

Beda halnya tingkat Kecamatan Lubuktarok, angka stunting di Lubuktarok mengalami turun naik. “Tapi, angka stunting di Kecamatan Lubuktarok hanya berada diangka 6%. Malah terendah dibanding daerah lain,”kata Kepala Puskesmas Lubuktarok, Gusnidar, S.T., sambil memperlihatkan data sejak Januari hingga Mei 2026.

Apalagi, setiap bulan warga diwilayah Puskesmas Lubuktarok itu rajin datang ke posyandu – posyandu yang ada di tiap-tiap jorong.

“Karena ibu-ibu dan bapaknya membawa balitanya ke posyandu, sehingga cepat diketahui perkembangan anak-anak. Bahkan petugas Puskesmas juga mendatangi rumah warga yang tak bisa ke posyandu. Itu salah satu langkah yang kami lakukan untuk menekan angka stunting dan juga berkolaborasi dengan instansi terkait lainnya,”tambah Kapus Lubuktarok itu kepada Jurnalsumbar.Com, Jumat (19/6/2026).

Ia juga mengajak Ibu-ibu untuk selalu rajin datang ke posyandu. “Ayo…mari datang ke posyandu untuk menimbang dan mengecek kesehatan balitanya,”harap Kapus.

Bahkan ditiap pertemuan posyandu tersebut, petugas juga menyampaikan tentang kesehatan.*

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.