Petani Bukik Sileh: Tahun Ajaran Baru dan Bulan Ramadhan datang Bersamaan dengan Gagal Panen

2344
Gagal Panen
Fitri, Petani sedang memperlihatkan kualitas bawang

JURNAL SUMBAR | Solok — Bukit Sileh, wilayah penghasil Sayur-sayuran Berkualitas yang berada Lereng Bukit Gunung Talang di Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok Sumatera Barat dirundung nasib tidak bagus. Pada Musim Panen bulan Mei 2017 ini, daerah tersebut mengalami gagal panen yang berdampak terhadap pemasukan.

Meski masih dapat dijual, namun sayuran dan cabai yang tidak memiliki kualitas bagus terpaksa dijual dengan harga yang rendah dan tidak seberapa. Hasil yang mereka terima tidak sesuai dengan perkiraan. Bahkan di bawah biaya operasional yang dikeluarkan.

“Hasil panen kali ini tidak sesuai harapan karena beberap bulan ini cuaca tidak menentu,” tutur Fitri (43) salah satu petani sayuran di Bukit Sileh kepada Jurnal Sumbar, Jumat (19/5).

Gagal PanenIa menjelaskan, bawang yang dipanen ukurannya kecil-kecil dan banyak mengandung air. Begitu juga dengan cabai, sehingga nilai jualnya sangat rendah, pendapatan hasil panen sudah tidak bisa diharapkan lagi.

“Biaya pengelolaan ladang ini dari saat penggarapan ladang sampai dengan panen pun diperoleh dari hasil meminjam kesana-kesini. Sayangnya hutang tersebut tidak tau akan dibayar dengan apa karena hasil panen tidak sesuai perkiraan. Kami pasrah.” tutur Fitri (43).

Gagal Panen
Maurek Bawang

Bahkan uang dari hasil penjualan Bawang dan cabai ini direncanakan untuk biaya persiapan bulan puasa dan persiapan tahun ajaran baru anak sekolah yang datang bersamaan.

“Namun karena gagal panen, harapan tersebut tinggal harapan,” sebutnya pilu.

Seperti yang terlihat di wilayah tersebut, memang banyak jemuran bawang yang tidak terolah dengan maksimal dan terlihat seperti diabaikan pemilik karena untuk mempersiapkan bawang sehingga siap jual juga diperlukan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Gagal panen di Bukit Sileh juga berdampak ke daerah lain, Irnalis (48) warga Nagari Muaro Paneh menyebutkan, saat ini jarang sekali mereka mendapat orderan membersihkan kulit bawang (maurek bawang), karena biasanya sudah diselesaikan oleh masyarakat sekitaran sana (red; bukit sileh).

“Mungkin dikarenakan kali ini harga upah maurek bawang yang tak seberapa tersebut, sepertinya para petani disana lebih memilih mengupahkannya ke masyarakat didaerah lain. Kegiatan Ini pun kami terima hanya sekedar untuk pengisi waktu luang dan penambah uang dapur,” tutur  saat ditemui dirumahnya besama-sama warga yang tengah “maurek” (kegiatan membersihkan kulit bawang).

Daerah Bukit Sileh biasa terkenal dengan Daerah penghasil Sayur-sayuran berkualitas yang ada di Sumatera Barat. Bagaimana tidak, hasil sayuran dari daerah ini selain untuk memenuhi Kebutuhan Masyarakat Sumatera Barat sendiri, namun juga dikirim ke daerah lain seperti Riau, Medan, dan bahkan sayur-sayuran dari sini juga rutin dikirim sampai ke daerah Pulau Jawa.

Gagal Panen
Bukit Sileh

Gagal Panen memang sudah tidak asing untuk daerah penghasil sayur-sayuran seperti Bukit Sileh ini,  Apalagi ditambah dengan cuaca yang tidak menentu. Namun dikarenakan panen kali ini juga bertepatan dengan masuknya tahun ajaran baru bagi anak sekolah dan juga bertepatan dengan bulan Ramadhan 1438 H, maka gagal panen kali ini terasa lebih berat.[Fhajri A. G]