Pilkada Padang, Adib Alfikri Siap Lepas Status ASN IV/b Untuk Dampingi Mahyeldi

2887
Adib Alfikri (tiga dari kanan) diskusi ringan bersama undangan buka puasa bersama keluarga besar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumbar di Padang, Minggu malam, 18 Juni 2017.

JURNAL SUMBAR | Padang – Jelang helat Pilkada Kota Padang 2018 mendatang, Adib Alfikri, SE, MSi adalah sosok bakal calon wakil walikota yang paling siap. Bahkan, adik kandung Gubernur Irwan Prayitno itu siap melepas statusnya (berhenti-red) sebagai ASN golongan IV/b guna mendampingi Walikota Incumbent, Mahyeldi Ansharullah.

Hal ini terungkap dari diskusi ringan usai buka puasa bersama dengan keluarga besar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Barat di Padang, Minggu malam, 18 Juni 2017. “Saya sudah menyiapkan diri untuk mendampingi pak Mahyeldi di Pilkada serentak 2018 mendatang,” ujar Adib Alfikri. “Dan, saya juga sudah siap melepas status ASN saya untuk jadi pendamping pak Mahyeldi,” tegas alumni SMPN 1 Padang itu.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Padang itu mengatakan, awalnya dia tak berniat untuk maju jadi bakal calon wakil walikota mendampingi Mahyeldi. “Saya masih berharap pasangan Mahyeldi-Emzalmi maju kembali di Pilkada mendatang,” alas alumni SMAN 1 Padang itu. “Karena pak Emzalmi sudah menyatakan maju jadi bakal calon walikota, makanya saya menyiapkan diri maju untuk mendampingi pak Mahyeldi,” tegasnya.

“Konsekwensinya adalah, sesama anak nagari Pauh Kuranji, saya dan pak Emzalmi harus bersaing secara fair merebut simpati dan dukungan anak nagari,” tegas alumni Magister Manajemen Unand itu.

Ditambahkan Adib, alasannya maju jadi bakal calon wakil walikota mendampingi Mahyeldi sangat sederhana. “Tingkat kepuasan warga kota terhadap kinerja Pemko Padang di bawah pimpinan pak Mahyeldi sangat bagus, dan itu perlu disempurnakan pada periode kedua,” jelas salah seorang pendiri PAN Sumbar itu. “Warga sudah melihat dan merasakan perubahan yang nyata dan lebih baik di Kota Padang,” tegasnya.

Disamping itu, tambah Adib, hasil survey bakal calon wakil walikota menunjukan bahwa dirinya sangat cocok mendampingi Mahyeldi. “Popularitas dan elektabilitas saya sangat bagus, dan trend-nya terus meingkat,” ujar Ketua Harian IPSI Sumbar itu. “Selain itu, faktor saya sebagai putera asli kota Padang juga sangat mendukung,” tambahnya.

Adib Alfikri yang mantan Ketua KNPI Sumbar itu membantah anggapan bahwa pasangan Mahyeldi-Adib adalah pasangan PKS-PKS. “Mahyeldi-Adib adalah PKS-ASN,” ujarnya. “Dan, untuk maju jadi calon di pilkada nanti, kami perlu dukungan partai politik lain,” tambahnya. “Insya Allah, kami berpeluang besar didukung oleh Gerindra, PPP dan Hanura,” tambahnya lagi.

Ketua Komite SMAN 10 Padang itu mengaku sudah mendapat restu dari isteri dan keluarga besarnya untuk mendampingi Mahyeldi. “Ini adalah momentum untuk mendedikasikan diri sebagai mantan aktivis bagi Kota Padang yang lebih baik lagi,” tegas mantan Ketua IMM Sumbar itu. “Insya Allah kami bisa menang dalam merebut simpati dan dukungan warga Kota Padang di pilkada nanti,” tutup pejabat muda nan energik dan low profil itu.

Sebagaimana diketahui, banyak bakal calon walikota dan wakil walikota Padang sudah menyatakan maju di pilkada serentak 2018 mendatang. Emzalmi dan Desri Ayunda disebut-sebut bakal maju berpasangan. Afrizal (Gerindra) dan Apris Yaman (Nasdem) juga sudah menyatakan maju jadi calon walikota. Alkudri yang juga putera Pauh Kuranji juga sudah gencar bersosialisasi. Terakhir, Hendri Sapta (PAN) juga bakal maju jadi wakil walikota. Enye