Seribuan Anak PAUD Sumpur Kudus Belajar Haji

997
Seribuan anak PAUD Sumpur Kudus Sijunjung belajar manasik haji di lapangan bola Kumanis, Kamis (26/10). poto: Ist.

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Kurang dari seribu anak usia dini yang tergabung dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK dan kelompok bermain se-Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumbar, berkumpul di lapangan bola kaki Kumanis, pada Kamis (26/10/2017).

Anak-anak kecil itu belajar manasik haji. Mereka didampingi 176 guru. Syahdan terdengarlah gema suara labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak. Berulang kali diucapkan. Kalimat yang berarti aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, kian syahdu.

“Acara ini diikuti sebanyak 52 lembaga PAUD se-Kecamatan Sumpur Kudus. Ada 11 nagari di Sumpur Kudus. Namun kloter hanya dibentuk sebanyak 10. Pelaksanaan manasik dilaksanakan per kloter,” kata seorang Panitia Peragaan Manasik Haji untuk PAUD se-Kecamatan Sumpur Kudus, Seswita Nofera di Kumanih kepada Lindo Karsiah Kontributor Jurnal Sumbar, Jumat (27/10/2017) pagi.

Adapun bentuk acara, kata Seswita yang juga pengurus IGTK Kecamatan Sumpur Kudus, memperagakan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya. Anak-anak dilatih tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji, misalnya rukun haji, persyaratan, wajib, sunah, maupun hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan ibadah haji.

“Anak-anak juga belajar bagaimana cara melakukan praktik tawaf, sa’i, wukuf, lempar jumrah, dan prosesi ibadah lainnya dengan kondisi yang dibuat mirip dengan keadaan di tanah suci,” kata Seswita.

Seswita menambahkan dengan adanya menasik haji diharapkan akan memunculkan awal yang baik bagi anak agar termotivasi lebih dalam untuk dapat melakukan manasik haji secara keseluruhan dengan urutan yang benar, dan akhirnya bisa melakukan ibadah haji yang sebenarnya. Acara yang membuat lapangan banjir manusia itu diramaikan oleh pimpinan tingkat kecamatan dan tokoh lainnya. Rilis