Berkaul Adat, Ratusan Warga Nagari Lalan Lubuktarok Gelar Doa Tolak Bala

499

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Ratusan warga Nagari Lalan, Kecamatan Lubuktarok, Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat, tumpah.

Tua muda, laki-laki berdatangan. Senin (1/10/2018) Lapangan Bolakaki Nagari Lalan itu dipadati ratusan warga. Mereka berdatangan dari berbagai Jorong dalam Nagari Lalan itu. Mereka datang membawa aneka bawaan.

Kedatangan mereka pada pukul 15.20 WIB, itu bukan untuk berdemo. “Tapi mereka datang untuk melakukan ritual tolak bala dalam tradisi berkaul adat yang merupakan tradisi turun temurun,” kata Walinagari Lalan, Martonis dan Sekretaris Nagari Lalan, Sabarrudin yang langsung hadir dalam acara sakral itu.

Sebelum datang kelokasi berkaul, Minggu (30/9/2018) malam warga menggelar aktraksi kesenian anak nagari yang dikenal malam bajago-jago. Kesenian saluang, yang menghadirkan anak nagari Andopan Lubuktarok, Aie Angek dan Solok turut serta menghibur warga di acara itu.

Pada paginya, Senin (1/10/2018) warga pun menyebelih hewan kerbau secara bersama dan dagingnya pun dibagi. Setelah dimasak, gulai atau sayur daging dan makanan ragi serta lemang dibawa kelokasi berkaul untuk dimakan secara bersama dilokasi berkaul adat.

“Kegiatan berkaul adat ini adalah tradisi yang mana di adakan sekali dalam satu tahun sewaktu menyambut musim tanam padi serta berdoa untuk supaya musim panen padi melimpah dan untuk tolak bala,” tambah Martonis yang juga senang mengikuti ritual tersebut.

Acara tersebut juga dihadir Sekcam Lubuktarok Sidiyanto, Kapolsek Lubuktarok diwakili Kanit Reskrim Zakri, Anggota DPRD Sijunjung, Dasri Rajo Timbu, Walinagari Lubuktarok Zuriatman, tokoh masyarakat Lubuktarok yang juga Ketua DPC Partai Garendra Sijunjung, Drs. Syahril Syamra dan sejumlah undangan lainnua juga hadir dalam acara sakral tersebut.

Tak hanya itu, Ninik Mamak Nagari Lalan, alim ulama cadiak pandai, bundo kanduan, Masyarakat Nagari Lalan
dan Babinkamtibmas Nagari Lalan juga hadir diacara itu. Kegiatan doa tolak bala itu dipimpin alim ulama panito malayu.Kegiatan tersebut berlangsung khidmad yang diakhiri makan bajambah dan panjat pinang berhadiah sebagai acara anak nagari. saptarius