Gubernur Irwan Prayitno Bahas Hubungan Pasangan Kepala Daerah

HLP

JURNAL SUMBAR | Padang – Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, pimpin rapat tertutup. Rapat yang menghadirkan para wakil kepala daerah (Wakada) yakni, wakil bupati dan wakil walikota se-Sumatera Barat. Rapat tersebut dilaksanakan di Gubernuran, pada Rabu (9/1/2019).

“Ya, banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Pembahasan tentu berkait segala hal demi kemajuan daerah, termasuk keretakan hubungan pasangan kepala daerah juga dibahas,” ucap Wabup Sijunjung, Arrival Boy, yang juga hadir ketika itu berkisah pada awak media, Kamis (10/1/2019) malam.

“Memang rapat tertutup pada Rabu (9/1/2019) itu khusus wakil kepala daerah saja. Kalau dengan kepala daerahnya dimungkinkan pada minggu depan seperti disampaikan gubernur,” ucap Arrival Boy.

Arrival Boy, mengakui, banyak hal yang dibahas dalam rapat itu, yaitu mulai dari persoalan – persoalan yang ada di daerah. Salah satunya ada informasi di daerah yang mana kepala daerah dan wakilnya sudah tidak ada kecocokan itu juga dibahas.

Nah, tak heran jika kemudian Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno pun mengumpulkan para kepala daerah itu. Bahkan gubernur berharap para kepala daerah dan wakil kepala daerah itu agar rukun kembali.

“Maka, kita sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah yang mempunyai amanah sebagai pembina dan pengawas, kami memiliki tanggung jawab untuk mencocokkan mereka kembali,” kata Irwan Prayitno seperti dilansir media lokal.

Dicontohkan Irwan, kepala daerah dengan wakilnya ibarat hubungan suami-istri. Jika tidak cocok akan terganggu rumah tangganya, begitupun juga dalam pemerintahan akan terganggu kinerja dalam memimpin daerah, sebab sudah tidak saling seimbang.

“Jadi pimpinan itu harus kompak. Karena dalam memajukan daerah itu mesti sama-sama tidak bisa sendiri-sendiri, sehingga diharapkan kekompakan kepala daerah dan wakilnya demi kemajuan daerah dan masyarakat,” pungkasnya seperti dikutif Singgalang.Online.

Rapat yang dipimpin langsung Gubernur Irwan Prayitno dan didampingi Wagub Nasrul Abit dan Sekda Alwis itu fokus membahas tentang UU No 23 tahun 2014, tentang Pemda.Yang di dalamnya mengatur tentang tugas dan kewenangan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Epi

Gubernur dlm sambutannnya mengharapkan kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah, untuk dapat bekerjasama dengan baik berbagi tugas serta menjunjung tinggi nilai nilai moral, etika dan rasa sesama kepala daerah.

Gubernur juga berpesan agar antara kepala daerah dan wakilnya untuk saling menjaga satu sama lainnya, Ibarat orang suami istri.

“Pilkada mengantarkan pasangan kepala daerah menjadi pimpinan pemerintahan masyarakat yang harus mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Sama merasakan pahit manisnya kepemimpinan secara bersama sama. Bukan malah menyelamatkan diri masing masing,” kata gubenur.

Lebih lanjut dikatakan gubernur, harapan untuk menjaga komitment bersama dalam kenyataan di lapangan sangat diperlukan. Bukan hanya butuh saat untuk menjadi kepala daerah saja. Tapi setelah itu, ditinggalkan atau jalan sendiri sendiri.

Bahkan gubernur juga mencontohkan bagaimana ia berbagi tugas dengan wakil gubernur sampai saat ini. “Jadi jangan merasa Superman dan hebat sendiri. Waktu masih ada, walaupun agak sedikit terlambat, namun masih ada peluang untuk merubah cara kerja yang kurang baik untuk kemajuan daerah yang dipimpin dan masyarakatnya,” kata gubernur seperti diungkapkan Wabup Sijunjumg Arrival Boy.

Tak ayal Wabup H Arrival boy pun sangat mengapresiasi langkah yang diambil gubernur dan wakil gubernur serta sekda itu. Apa lagi guna meningkatkan mutu serta semangat untuk menghadapi tahun 2019.

“Apalagi ini tahun politik, kita harus benar benar berusaha untuk dapat menjaga situasi ini agar kondusif dan mengingat Pemilu ini akan butuh kita semua,” ucap Arrival Boy.

“Saya yakin wakil kepala daerah se Sumatera Barat merasa senang silaturahmi yang di kemas dalam bentuk rapat koordinasi ini sangat membantu rekan rekan wakil kepala daetah ini dalam bekerja,” imbuh Arrival Boy.

Bahkan lebih jauh Wabup Sijunjung juga meminta gubernur untuk juga memangggil seluruh sekda se Sumatera Barat untuk rapat koordinasi juga. “Agar semua kita berpandangan yang sama dalam tindakan di lapangan. Sama visi dalam menjalankan amanah yang tuhan berikan kepada kita semua,” tambah mantan aktivis 1998 itu berkisah.

Dari pertemuan itu, dari 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar, wakil kepala daerah yang hadir hanya 16 kabupaten dan kota. Dari daftar absen tiga wakil kepala daerah tidak hadir, yakni Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan Kabupaten Solok Selatan. Bahkan, satu daerah malah diwakili staf ahli yaitu Pesisir Selatan. saptarius/aboy

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.