JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Terkait tuntutan puluhan calon walinagari (Calwana) di 15 nagari yang dinyatakan gagal pada tes seleksi itu pun ditemui Sekdakab Zefnihan. Bahkan Zefnihan pun menyatakan siap diproses jika ada diantara tim seleksinya melakukan tindakan menyalahi proses dan aturan.
“Jika ditemui ada tim yang menyalahi kita siap untuk memprosesnya. Bahkan saya yang dulu akan mengusulkan pemberhentiannya,” tegas Zefnihan dihapan para demonstran itu.
Tak hanya itu, bahkan Zefnihan selaku ketua tim sekeksi menyatakan siap berhenti. “Jika saya salah maka saya pun siap diberhentikan. Sebab, kami sudah melalui proses yang transparan dalam seleksi tersebut,” tegas Zefnihan.
Bahkan Sekdakab pun mengapresiasi warga yang ikut seleksi itu. “Calwana adalah putra putri terbaik nagari dan ada 41 nagari yang habis masa jabatan dan ikut Pilwana serentak. Tidak ada yang dirugikan dan berjalan sesuai aturan. Kita ingin merasa nyaman dan aman dan setiap proses seleksi pasti ada teragradiasi. Kami juga ingin yang terbaik dan transparan,” kata Sekdakab Zefnihan.
“Calwana maksimal lima calon dan sudah ada regulasinya. Sehingga harus di sekeksi. Kalau ada tim kami yang bermain, saya paling pertama mengajukan pemberhentian mereka. Kenapa nilai tak dipampangkan, karena kami berpikir tak inginkan ada hal-hal yang tak diinginkan. Kalau sempat nilai dipampangkan nanti lain pula pandangan orang. Kami punya dasar dan perhitungan,” jelas Sekda.
“Proses bersama dan mengacu pada regulasi. Seluruhnya sesuai aturan dan jika kami salah kami juga berani berhenti. Jika ditemui ada dilapangan kami siap di proses dan kami berharap proses ini bisa jadi pertimbangan untuk perbaikan. Dan kami mengapresiasi untuk keinginan bapak jadi wakinagari,” jelas Sekda menjawab pertanyaan demonstran.
Meski ada yang kecewa, namun proses mediasi berjalan lancar kendati sempat terjadi ada ketegangan. Bahkan para demonstran setelah ada penyampain dari tim seleksipun keluar dari ruangan rapat.
Dalam mediasi berjalan aman itu Zefnihan didampingi Asisten 1 Yenuarita,SH,MH didampingi Kadis PMN Khamsiardi, Kakan Kesbangpol Linmas Sijunjung, Bobby Roespandi dan dari pihak aparat kemanan.
Seperti diwartakan sebelumnya pada Selasa (30/7/2019) puluhan Calwana yang dinyatakan tidak lulus seleksi mendatangi kantor Bupati Sijunjung yang berada di Gedung Bersama Pasar Inpres Muaro.
Kedatangan puluhan Calwana yang mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat keamanan itu mempertanyakan hasil tes seleksi yang dinilai tidak transparan. Bahkan para demonstran mendesak supaya bisa bertemu Sekdakab Zefnihan selaku ketua Tim.
Ketegangan sempat memuncak ketika Kakan Kesbangpol Linmas Sijunjung, Bobby Roespandi menyatakan Sekdakab Zefnihan tak berada di tempat. “Kami ingin ketemu sekda,”ujar salah seorang demonstran.
Bahkan para demonstran juga memberi ultimatum agar Bupati Sijunjung dapat menerima mereka (Calwana) yang dinyatakan gagal seleksi itu dalam kurun waktu 5 hari kedepan untuk berumbuk.
Namun hingga pukul 12.00 WIB belum ada kesepakatan. Para demonstran pun masih tetap berdiri di depan Gedung Bersama. Tak beberapa lama datang Asisten 1 Yenuarita,SH,MH didampingi Kadis PMN Khamsiardi, Kakan Kesbangpol Linmas Sijunjung, Bobbt Roespandi dan Kabag Hukum Setda Miswita.
Sekitar pukul 12.26 WIB para demonstran diajak berumbuk di ruang rapat sekda. Tapi hingga pukul 12.28 para demonstan masih menunggu kedatangan sekda.
Selang empat menit kemudian baru Sekdakab Sijunjung, Zefnihan tiba diruang rapat. Seketika Sekda Zefnihan pun menghampiri para demonstran dan mengajak untuk sholat zuhur bersama seblum berumbuk. saptarius