Konji Baanak, Akan Disajikan Buat Peserta Arung Pamalayu

130

JURNAL SUMBAR | Dharmasraya – Ociak Rahmawati sesekali menyeka keringat di wajahnya. Perempuan paroh baya warga Siguntur itu sejak pagi telah sibuk memberikan instruksi kepada kaum emak emak Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung. Maklum, pagi itu dia bersama puluhan perempuan lainnya telah sepakat untuk memasak Konji Baanak, masakan tradisional yang biasa disajikan untuk acara kerja bakti alias gotong royong.

Kebetulan, sejak sehari sebelumnya, Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan memberi kabar kepada warga Siguntur untuk berkantor sementara di arena Candi Pulau Sawah. Sebab, bupati muda nan gagah itu ingin persiapan acara Arung Pamalayu di Pulau Sawah bisa rampung tepat waktu. Bupati mengajak sejumlah kepala OPD seperti Kadis Parbudpora Sutan Hendri dan Kepala Dinas Kominfo Sutan Taufiq serta beberapa kepala bagian.

Itulah sebabnya, Ociak Rahmawati bersama emak emak diam diam membuat rencana masak Konji Baanak. Dengan bekerjasama, Ocik Rahmawati menyiapkan tepung beras, santan dan gula. Sebagian emak emak ada yang membawa kancah (wajan besar) untuk mengolah masakan yang biasa disajikan buat acara kerja bakti itu. Pagi hari, emak emak yang dikoordinasikan oleh Ocik Rahmawati menumpang perahu dengan membawa peralatan masak lengkap.

Sambil bercandaria, kaum emak emak mulai ada yang mengumpulkan kayu bakar. Sebagian ada yang mengukur kelapa dan memeras santan. Dan kaum emak yang berlengan kuat, mereka kebagian menghidupkan api dan mengaduk kanca. “Semuanya kerja dengan gembira,” kata Ocik. Dia mengaku senang dengan acara yang diselenggarajan bersama puluhan kaum perempuan.

“Orang orang bekerja di kampung kita, maka kita jamu mereka dengan makanan ini,” kata Ocik Rahmawati. Sambil menunggu masak, kanca yang sudah berisi santan dan tepung beras yang diaduk dengan gula, terus diaduk aduk. Sedangkan puluhan kaum lelaki dengan gembira terlihat membersihkan semak belukar di lokasi Candi Padang Roco. Mereka bergotong royong menyudahkan bengkalai pekerjaan yang tersisa.

Matahari berdiri tegak, saat satu persatu tempurung diisi dengan Konji Baanak. Ociak Rahmawati begitu sigab mengisi satu persatu tempurung yang disiapkan. Setekah selesai, Ociak mengambil beberapa bagian dan menyimpannya. “Ini untuk Pak Bupati. Beliau masuh keliliang,” kata Rahmawati. Sementara sisanya dinikmati bersama kaum bapak yang sudah terlihat kehausan. Tak butuh waktu lama, konji baanak satu kanca segera ludes.

Saat bupati tiba di lokasi, hanya tinggal beberapa porsi saja. Ocik Rahmawati segera menyajikan panganan ringan yang dia buat bersama emak emak. “Makanlah Pak Bupati. Ini buatan kami. Enak dan tradidional, tidak pakai pengawet,” kata Rahmawati sambil berseloroh. Bupati dan beberapa pembesar kabupaten kemudian menikmati konji Baanak yang dissjikan emak emak Siguntur.

Usai menyajikan makanan ringan kepada bupati, emak emak kemudian minta poto bersama dengan bupati. Maklum, emak emak kalau sudah nampak daun muda, bawaannya minta poto melulu. Mulai dari emak emak yang bau keringat sampai emak emak yang bau bedak, semuanya dilayani poto bareng bupati. Begitulah suasana di sudut Candi Pulau Sawah tengah hari Rabu (11/9/2019) itu. Humas
Editor; saptarius