Soal Kerusuhan Wamena Papua, Kapolres Pessel Himbau Masyarakat Tidak Percaya Berita Hoax

1123

JURNALSUMBAR | Pesisir Selatan – Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Cepi Noval, SIK mengucapkan bela sungkawa, baik pribadi maupun atas nama istitusi Polri atas kejadian kerusuhan Wamena. Namun begitu, masyarakat Pesisir Selatan diminta agar tidak percaya berita hoax, yang dapat mengadu domba dan memecah belah.

Cepi menegaskan, sebagai masyarakat Minang yang mengedepankan Adat Basandi Syarak, Syarak Basansi Kitabullah, adalah adat yang didasarkan atau ditopang oleh syariat agama Islam dan syariat tersebut berdasarkan pada Alquran dan Hadist. “Kita yakin masyarakat Minang, dan khususnya Pessel keseluruhannya bisa memaknainya,” ujarnya.

“Tetap tenang. Kita serahkan semua pada penegak hukum,” tegas Cepi Noval.

Pada keluarga ditinggalkan ia juga menitip pesan agar tabah dalam menghadapi cobaan. “Tawaqal, dan pada saudara-saudara kita menjadi korban bisa diterima di sisi Allah SWT. Dan, untuk itu mari  kita jaga situasi aman, kondusif. Serta terpenting masyarakat dihimbau jangan mudah diadu-domba, dan terprovokasi berita-berita hoax,” tegasnya.

“Polres Pessel, dan Pemkab Pessel akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi,” terang Cepi.

Sementara itu, malam tadi ke delapan orang jenazah warga Kabupaten Pesisir Selatan korban rusuh Wamena telah dimakamkan oleh pihak keluarga masing-masing.

Sementara itu Sekretaris Umum DPD IKM Wamena, Nofri Zendra ketika dihubungi Jum’at (27/9) menjelaskan, sejauh ini data yang ada untuk warga Pesisir Selatan di Jayapura 350 orang dan Wamena 500 orang. Dan, sekarang mereka sudah ada di pengungsian, Polres dan Kodim.

Untuk berapa warga ingin pulang, sampai saat ini belum ada ada pasti karena mereka sebagian warga terpencar dan ada yang di rumah masing-masing. Dan, hingga kini keamanan di Wamena sudah berangsur aman.

“Perasaan trauma, dengan isu-isu tentang kejadian itu masih terbayang-bayang,” kata Nofri.

Nofri menyampaikan, untuk warga yang ingin pulang ke kampung halaman masing-masing di Sumatera Barat untuk di Jayapura ada 350 jiwa, namun ada juga satu persatu dari mereka sudah ada yang sampai di Jakarta. Sedangkan stok makanan, sejauh ini stok aman karena Pemda Wamena aman.

Nofri menghimbau pada masyarakat ada di Kabupaten Pesisir Selatan jangan muda percaya isu hoax, mudah terprovokasi, jika data-data lain di luar dari data yang ada bukanlah dari pihak IKM, dan tetap melakukan koordinasi dengan Pemda setempat. “Sekali lagi ditegaskan bahwa sekarang ini kondisi kemanan di Wamena sudah tidak ada lagi aksi-aksi,” tegasnya.

Warga Pesisir Selatan menjadi korban Wamena sebanyak 9 orang meninggal, 8 jenazah sudah dimakamkan di kampung halamanya masing-masing di Pessel, 1 orang dimakamkan di Wamena. (Rega Desfinal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here