Hari Korpri dan Hari Kesehatan Nasional Laksanakan Upacara Bareng, Wabup RJM Jadi Irup

137

JURNAL SUMBAR | Dharmasraya – Hari Korpri ke-48 dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 di Kabupaten Dharmasraya diperingati bersamaan, lewat upacara bendera yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Dharmasraya, pada Jum’at (29/11/2019). Upacara yang dipimpin oleh Wakil Bupati Dharmasraya, H. Amrizal Dt Rajo Medan, itu diikuti oleh ratusan anggota KORPRI, jajaran Dinas Kesehatan, serta turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala OPD, Organisasi Wanita dan sejumlah unsur lainnya.

Mengawali sambutannya, wakil bupati membacakan amanat tertulis Presiden Joko Widodo. Sesuai amanat presiden, wabup menyampaikan bahwasanya persaingan antar negara di era revolusi industri 4.0 semakin sengit, untuk berebut teknologi, berebut pasar dan memperebutkantalenta talenta hebat yang digunakan untuk memajukannegaranya. 

Persaingan inilah, sebut wabup, yang sedang dihadapi oleh Indonesia. Namun adanya persaingan itu tidak harus ditakuti. Korpri harus menghadapinya dengan mengedepankan kreativitas dan kecepatan.

“Kita tidak boleh takut. Kita hadapi persaingan dengan cara baru, terobosan baru. Kreativitas, kecepatan dan inovasi adalah kunci,” ujar wabup. 

Maka dari itu, imbuh wabup, KORPRI diingatkan untuk terus berinovasi. Korpri harus melakukan tugas utama sebagai pelayan masyarakat.

 “Kurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas danlebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi pada hasil.Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani denganbaik serta program-program pembangunan betul-betul terdelivered, dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkas Wabup.

Sementara itu, menyangkut peringatan HKN ke 55, sesuai arahan presiden, tukuk wabup, ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan, terkait membangun SDM yang berkualitas, yakni stunting (gagal tumbuh) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selain itu, imbub wabup lagi, juga ada dua isu kesehatan lainnya yang juga harus diatasi. Yaitu, tingginya harga obat dan alat kesehatan. Serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri. 

“Hal-hal tersebut akan menjadi fokus perhatian kita bersama untuk dapat segera diupayakan solusinya,” tandas wabup.humas
editor; saptarius