Perkenalkan Kuiliner Atun, Unand III dan KWT Bersinar Terangi Lubuk Besar

129

JURNAL SUMBAR | Dharmasraya – Upaya Nagari Lubuk Besar, Kecamatan Asam Jujuhan Kabupaten Dharmasraya untuk mempromosikan makanan tradisional yang enak bernama Atun, terus dilakukan oleh Kelompok Wanita Bersinar di Nagari Lubuk Besar. Sebagai pemberdayaan kesejahteraan keluarga, Ketua TP-PKK Nagari Lubuk Besar berupaya menjalin hubungan kerjasama dengan Kampus UNAND III Dharmasraya yang membidangi teknologi hasil pertanian.

Sinarwati, Ketua Kelompok Wanita Bersinar Nagari Lubuk Besar menyampaikan, berbagai upaya produk kuliner khas ini harus dibawa keluar dari tempat asalnya yaitu Nagari Lubuk Besar. Sebagai Ketua Kelompok dan juga ketua PKK Nagari, ia menginginkan makanan khas Atun ini bisa dicicipi oleh lidah para pemburu kuliner khususnya di Ranah Minang.

“Kami menginginkan Atun dapat dipasarkan secara luas diluar sana, tidak hanya di kenal di nagari hingga lingkup kecamatan juga Dharmasraya, namun menjajal pasar kuliner yang ada di Sumatera Barat”, tutur ibu yang berparas manis tersebut dihadapan puluhan masyarakat setempat dan juga mahasiswa dari kampus Unand.

Ketua tim penggerak PKK Nagari Lubuk Besar, tampaknya tidak sia-sia menggandeng Kampus Unand sebagai tandem dalam pengembangan olahan khas nagari. Sejumlah tawaran lain ataupun ide dituangkan mahasiswa dalam mempromosikan atun di luar sana, sebelum dipasarkan tentunya atun yang sipatnya makanan olahan tidak bisa bertahan lama atau mudah basi, ditawarkan untuk membuat kemasan yang lebih dinamis dan efisien agar mudah dibawa kepasaran dan bisa tahan lama.

Sebenarnya komposisi atun yang enak bila terkena lidah tersebut, tidak lepas dari sajian tepung atun sendiri, kemudian saripati santan kelapa, perisa, yang paling menarik itu atun dimasukkan didalam potongan bambu muda sebelum dikukus hingga matang.

Camat Asam Jujuhan, Imam Mahfuri dalam hal ini juga menambahkan dalam rangka memboomingkan Atun produk Nagari Lubuk Besar dengan pengemasan yang baik dan inovasi Atun instan, sehingga bisa bertahan lama. Imam, yang dikenal sebagai camat pinggiran yang mampu banyak buat terobosan dan ciptakan perubahan itu menambahkan juga dengan harapan Atun sebagai food traditional Lubuk Besar bisa dikenal luas. “Setiap ada acara di kampung sini, selalu masyarakat sajikan Atun. Bayangkan saja orang nomor satu di Dharmasraya atau Bupati termuda se Indonesia saja memuji tentang kelezatan atun, itu disaat beliau waktu berkunjung ke Asam Jujuhan”, tutup Camat Asam Jujuhan.humas
editor;saptarius