Ratusan Atlet Siap Berlaga di Piala Dunia Arung Jeram Sijunjung

394

JURNAL SUMBAR | Padang – Sebanyak 250 atlet dinyatakan sudah mendaftrar dalam perlombaan Piala Dunia Arung Jeram yang akan diselenggarakan di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, 10-14 November 2019.

Olahraga ekstrim bertajuk Silokek Geofest Rafting World Cup (SGREC) 2019 tersebut akan menyusuri Sungai Kuantan, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Langkan.id dari panitia, hingga saat ini sebanyak 250 peserta sudah mendaftar untuk ambil bagian dalam perlombaan Arung Jeram itu, tercatat ada dua Negara yang juga sudah mendaftar, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 50 tim.

Miya Maharani, Event Director SGREC menyebutkan meskipun hingga saat ini masih dua Negara yang tercatat ikut ambil bagian. Namun, dia yakin masih aka nada Negara lain yang akan ikut mendaftar. “Saat ini, kita masih menunggu kepastian dari berbagai Negara untuk ikut dalam perlombaan ini. Yang pasti, dua Negara sudah mendaftar, yaitu Malaysia dan Republik Ceko,” ujarnya saat peluncuran SGREC 2109 di Padang, Kamis (31/10) malam.

Sementara, atlet nasional yang sudah mendafatar yaitu muali dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jambi, Lampung, Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Jawa Barat.

“Kalau untuk atlet lokal (Sumbar-red), berdasarkan catatam kami, itu ada dari daerah Kabupaten Pasaman, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Sijunjung dan Kota Padang Panjang. Totalnya ada 50 tim yang terdiri dari 250 peserta,” jelasnya.

Dikatakan Miya, event ini terselenggara merupakan kolaborasi antara Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung.

Dpilihnya Kabupaten Sijunjung sebagai tuan rumah, kata Miya, karena histori tekait Sungai Kunatan tersebut. “Lokasi itu merupakan sungai pertama di Sumbar yang digunakan untuk pengarungan Arung Jeram akhir 1990an lalu. Maka, kami ingin laksanakan SGREC 2019 ini di Kabupaten Sijunjung,” katanya.

Diketahui sebelumnya, pemerintah Kabupaten Sijunjung mengaku sudah siap dengan penyelenggaraan Piala Dunai Arung Jeram tersebut. Pemerintah setempat juga menyediakan penginapan Rumah Gadang (Rumah Adat Minangkabau) untuk penginapan peserta dan panitia.sumber;kumparan
editor;saptarius