Antisipasi Krisis Kebangsaan, Kepala BNPT Kukuhkan Pasamo UNP

149

JURNAL SUMBAR | Padang — Universitas Negeri Padang (UNP) mengantisipasi perkembangan dan dinamika global dengan mengenang kembali masalah-masalah kebangsaan dengan semangat sumpah pemuda untuk bisa diwariskan kepada anak didik dan generasi muda bangsa ini.

Pengantisipasian itu dilakukan dengan membentuk Pusat Studi Moderasi Kebangsaan (Pasamo).

Peresmian dan pengukuhan pengurus Pasamo UNP dilaksanakan di Auditorium UNP, Kamis (30/1/2020) siang yang dikukuhkan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjenpol Suhardi Alius.

Dalam rangkaian peresmian dan pengukuhan pengurus Pasamo UNP itu juga digelar Kuliah Umum dengan tema “Tenaga Pendidik sebagai Agen Terdepan dalam Program Deredikalisasi dan Moderasi”. Dalam kegiatan ini diikuti 1.500-an mahasiswa dari jalur masuk SNMPTN.

Setelah melakukan pengukuhan, Suhardi menyampaikan fokus Pasamo UNP ini ke depan pada persoalan kebangsaan untuk bisa menghadapi paham radikal dan paham yang bersebarangan dengan bangsa untuk bisa diatasi.

“Dengan hadirnya Pasamo ini, ke depan BNPT akan terus mengembangkan kerja sama agar terbentuknya Pasamo bisa memberi manfaat yang lebih,” katanya.

Dikatakannya, karena tidak ada yang lain yang bisa memerangi masalah dan isu-isu tentang kebangsaan ini selain imunitas dengan membangun moderasi kebangsaan ini.

Suhardi Alius berharap, perguruan tinggi lainnya di Indonesia untuk bisa meniru apa yang telah dicetuskan UNP ini.

“Ini embrionya, diharapkan akan bisa ditiru oleh perguruan tinggi lainnya di Indonesia,” katanya kepada media usai kuliah umum dengan tema Tenaga Pendidik Sebagai Agen Terdepan dalam Program Deradikalisasi dan Moderasi di depan ribuan mahasiswa bidik misi UNP yang hadir dalam kegiatan itu.

Menurut Suhardi Halius, yang paling penting dalam menghadapi dinamika global dunia maya. Perlu satu terobosan dengan bagaimana mengenang kembali masa kebangsaan dengan semangat Sumpah Pemuda. Moderasi kebangsaan bisa diturunkan kepada anak didik. Sehingga betul-betul mempunyai konsep yang jelas masalah kebangsaan ini.

“Mudah-mudahan perguruan tinggi yang lain terinspirasi dari sini. Karena tidak ada yang lain, yang bisa memerangi masalah kecuali imunitas yang dibangun dari moderasi kebangsaan. Fokusnya kebangsaan untuk menangkal paham radikal yang berseberangan dengan kebangsaan,” katanya.

Sementara itu, Rektor UNP Prof Ganefri menyampaikan target pusat kajian ini bisa melakukan kajian bagaimana menangkal dan mencarikan strategi yang paling baik untuk menangkal berkembangnya paham radikal dan intoleransi. Katanya ini perlu kajian. Seperti apa sentuhan-sentuhan kegiatan yang bisa dalam bingkai NKRI.

“Kita akan dukung Pasamo ini untuk berinovasi. Agar muncul kegiatan yang bisa menumbuhkan rasa kebangsaan nasionalisme dari mahasiswa,” katanya.

Ganefri mengimbauan mahasiswa tidak terpengaruh pada paham radikal ini. Katanya mahasiswa harus berhati-hati.

Sebabnya sambung Prof Ganefri, tanpa disadari paham radikal itu mulai merangkak, merangsek naik pandai berjalan, dan pandai berlari.

Katanya, ini pertama di Indonesia. Supaya menjadi besar, makanya harus berbuat menghasilkan sebuah rumusan yang konkret dalam mengimplementasikan menangkal paham-paham radikal ini. Bagaimana orang jangan sampai terpapar dengan paham radikal ini. Tentu perlu kajian juga. Perlu dikembangkan instrumen untuk mengukur kecenderungan orang agar berhati-hati.

Di harapkan ini menjadi embrio perguruan tinggi yang lain untuk mendirikan pusat studi masalah moderasi kebangsaan.

Pasamo UNP periode 2020-2024 ini diketuai oleh Prof Azwar Ananda. Diharapkan pusat kajian ini bisa melakukan kajian bagaimana menangkal berkembangnya paham-paham radikal, dan paham-paham intoleransi.

Adapun pengurus Pasamo UNP yang dilantika diantaranya adalah, Zikri Alhadi, S.IP, MA (sekretaris), Afriva Khaidir,SH,MHum,MAPA, PhD (Koordinator Divisi Riset dan Publikasi), Ifdil S.Hi,MPd, PhD (Koordinator Pelatihan dan Pengembangan) dan Drs Suryanef,MSi (Koordinator Divisi Program, Kerjasama dan Humas). (Agusmardi/Humas UNP)